Category Archives: diary

mengenang tempat kos

Baca lebih lanjut

masa lalu

Baca lebih lanjut

kirim tulisan

Baca lebih lanjut

kangen

Baca lebih lanjut

Menepi

Baca lebih lanjut

kasih nama apa ya? ….

Baca lebih lanjut

Lembayung Bali

Baca lebih lanjut

Reuni di udara

Baca lebih lanjut

the silent of saturday night

Baca lebih lanjut

gak ada judule

Baca lebih lanjut

Kenangan di Semarang

Baca lebih lanjut

Teman semalam

Baca lebih lanjut

Bila kepompong jadi kupu-kupu

Baca lebih lanjut

Ketika Kesedihan datang

Baca lebih lanjut

Ramadhan yang Menggetarkan

Baca lebih lanjut

Rehat Sejenak

Baca lebih lanjut

Cerpen beneran

Baca lebih lanjut

Perempuan Jawa

Baca lebih lanjut

Malam yang menyiksa

Baca lebih lanjut

postingan Lanjutan

Baca lebih lanjut

Enaknya jadi Freelance

Baca lebih lanjut

Bintang-Bintang

Baca lebih lanjut

semua jadi satu

Entah hari ini kusebut hari apa, yang jelas, hari ini berbagai peristiwa campur aduk di hati. Baca lebih lanjut

Tulisan di kepala

Sudah banyak tulisan yang mengendap di kepala, sudah beberapa minggu, tapi tak kunjung kutuliskan itu. Entah mengapa. Menulis di kepala kerap kali kulakukan skhir-akhir ini. Banyak hal yang harus kulakukan, prioritas penting dan tidak penting menjadi faktor penentu. Menulis di kepala adalah salah satu teknik menulis yang jarang digunakan orang. Yang jelas hobiku yang satu ini menjadi alat yang cukup efektif untuk mengolah emosi. Apalagi di sela kesibukan yang padat, kegiata ini kerapkali kulakukan di kereta atau angkutan umum. Mau coba?

es jeruk dan pemandangan

zzz,,,

dengan mata lelah dan tubuh rapuh,,masih ada sisa-sisa tenaga untuk ngeblog,,lumayanlah. Aktivitas minggu ini begitu padat,,,aku tak tahan lagi,,,ingin istirahat sejenak,,,melepas kepenatan fisik,,setelah fresh nanti aku berencana melakukan aktivitas yang sudah kuimpi-impikan sejak lama,,,

sampai jumpa lagi ya,,doakan diriku,,semoga Allah tetap memberi kekuatan dan kesehatan di dalam tubuh ini,,,

zzzzzzzz,,,,zzzzzz,,,zzzzzzzzz

coba tebak

3 x 1 …. 1 x 3

pilih jawaban : sama dengan, tidak sama dengan, lebih besar ato lebih kecil?

jelaskan jawaban anda!

giliran diriku yang kena,,,,

Sabtu pekan lalu, sebelum kopdaran, diriku sudah lama berencana silaturahmi kontrakan temen sekampus dulu. Kebetulan sekalian nengokin bayinya. Memang gak enak kalo memutus silaturahmi, apalagi kita dulu runtang-runtung bareng, kemana-mana bareng. Sampe nekad maen ke Kebun Raya cuma berdua, padahal gak tau apa-apa.

Sambil makan suguhan sederhana, diriku cerita ngalor-ngidul ma temenku dan suaminya. Tibalah di percakapan, yang mengejutkan Baca lebih lanjut

warning

Jumat malam sehabis pulang kerja, saya buka emai, sambil liat message offline, tiba-tiba teman saya mengirim warning seperti ini :

PEBERITAHUAN! Segala pelanggaran di jalan Raya baik naik motor/mobil ” JANGAN ” MINTA DAMAI, MEMBERI UANG, BERARTI MENYUAP ( Biarpun Polisi Tawari Damai Karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN ) “Lebih baik minta di tilang nanti di urus di pengadilan” INI instruksi Kapolri kepada jajaran polisi – Bagi POLISI yg bisa membuktikan warga yg Menyuap, Polisi – Dapat Bonus Rp. 10jt /warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun. PENTING!!! HARAP jangan MAIN2….Info tsb banyak yg tidak Tahu. Jadi Polisi cari2 KELEMAHAN / KELENGAHAN kita biar Menyuap. DI JKT/SBY sudah banyak yg kena Jebak karena TIdak tahu Instruksi Ini. PLS infokan berita ini ke Siapa saja yg Anda Sayangi. Salam Damai & Sejahtera, TQ

saya bengong sendiri. berulang kali dibaca, kok rasanya masih ada yang mengganjal. bener gak sih? menurut teman2 WP gimana ya?

Liburan ke Bali tahun ini batal lagi

Terlalu jauh memang..hari gini ngomongin liburan? Buat yang berkarir di dunia pendidikan, liburan bulan Juli sangat ditunggu-tunggu oleh para murid dan guru atau untuk dosen yang kebetulan jadwal libur kampus sama dengan anak-anak sekolah. Rencana sebelumnya, saya mau ke Bali pake jasa tour agen perjalanan “Si Tour”. Biaya sebesar Rp 1.000.000,00 berangkat dari Jakarta-Bali selama 8 hari PP, plus makan, transit, hotel, tiket masuk wisata. Berangkat dari Jakarta jam 7 pagi menggunakan bis pariwisata. Ada juga yang pakai pesawat, tapi menurut saya kurang asik. Tentu hotel yang disediakan juga biasa. Buat saya tidak masalah. Toh hotel hanya tempat numpang tidur plus makan. Yang penting bisa tidur enak, sudah cukup. Karena seharian kita capek berkeliling. Dalam perjalanan puklang ke Jakarta, mampir dulu di Bromo lihat sunrise. Cukup menjanjikan sebagai liburan yang murah dan menyenangkan.

Saya pengen banget ikut rombongan komunitas khusus yang mengadakan tour overland Jakarta-Bali by Bus. Selama di perjalanan bisa berhenti di mana saja. Bisa hunting foto sepuasnya. Setiap kali saya ke Surabaya, setiap kali itu pula saya berharap kapan ya bisa tour over land. Pantura memiliki view yang bagus. Perpaduan antara gunung, lembah, bukit dan pantai. Pengen banget naek motor keliling desa-desa di Bali.

Tampaknya saya batal pergi ke Bali liburan ini. Ada rencana lain yang gak kalah seru. Pulang kampung naik kereta Jakarta-Semarang ditempuh 7 jam menggunakan kereta api kelas Bisnis dengan tarif Rp 75.000,00. biasanya kalau sedang liburan tiket naik menjadi Rp 90.000,00. Bisa saja naik Argo Muria (Jakarta-Semarang) atau Argo Bromo Anggrek (Jakarta-Surabaya-berhenti di stasiun Semarang Tawang) dengan tarif antara Rp 170.000,00 – Rp 230.000,00 tergantung hari keberangkatan. Ditempuh selama 5,5 jam. Bonus snack, makan besar dan selimut.
Kalau saya lebih memilih kelas bisnis yang gak pake AC, karena jendela selalu terbuka. Ketika melintas di daerah Kendal, 1 jam sebelum sampai ke Semarang, perjalanan menggunakan kereta api tidaklah mengecewakan. Perjalanan tiba di kampung nelayan. Rumah-rumah sederhana berjejer dekat rel. Persis dibelakang rumah mereka langsung bersentuhan dengan pantai. Banyak kapal nelayan parkir di bibir pantai. Beberapa ratus meter ke depan kita akan disambut dengan keindahan pantai Weleri. Di sebelah kiri kita bisa melihat pantai dari jarak dekat. Di sebelah kanan terdapat bukit dan hutan karet yang rindang. Acara pulang kampung jadi semakin seru. Rel kereta memang dibuat melintas di dekat pantai. Saya hampir tidak pernah melewatkan menikmati pemandangan sambil mendekatkan muka ke jendela supaya bisa menikmati udara pantai yang segar.

Sesampainya di Semarang nanti, rencananya saya mau jalan-jalan ala backpackers. Seperti yang biasa saya lakukan. Berlibur menyenangkan dan murah meriah. Saya tidak pernah menginap di hotel. Biasanya numpang tidur di rumah teman sekalian silaturahmi dan ngobrol-ngobrol sama bapak ibunya. Otomatis dapat makan malam dan sarapan gratis. Hehe.
Saya mau mengunjungi tempat-tempat yang sudah lama tidak saya kunjungi. Pengen si ke Yogya, tapi nginep dimana ya? Teman yang dulu kuliah di Sanata Dharma Yogya mungkin sudah selesai. Oh iya saya baru ingat, ada sodara yang rumahnya depan terminal Jombor. Sayang gak ada temen yang jadi guide. Siapa ya yang mau nemenin saya keliling Yogyakarta?

Pengen juga mampir ke rumah dosen penguji waktu saya ujian Tugas Akhir. Rumahnya ada di dekat terminal Bantul, agak menjorok ke dalam. Kampung banget deh pokoknya. Kira-kira 2 km dari terminal Bantul. Tidak ada kendaraan umum yang terakses ke sana. Saya tinggal telpon dari terminal Bantul, pasti nanti dijemput pake motor. Saya pernah dua kali ke sana. Wah rumahnya besar sekali. Ada sembilan kamar dengan jendela besar sebesar pintu. Rumah Yogya banget. Halamannya luas, rapi, tidak ada sampah berserakan. Ruang tamunya sangat sederhana. Sebelah kanan ruang ada seperangkat meja dan kursi tamu yang mungkin sudah seumuran dengan saya. Sedangkan sebelah kirinya ada ruangan besar, sengaja tidak dikosongkan. Sepertinya ruang untuk pertemuan. Mirip pendopo, lantainya lebih tinggi dari lantai ruang tamu. Setelah keperluan revisi Tugas Akhir saya selesai, pernah ditawari menginap tapi waktu itu ada keperluan jadi tidak bisa nginep. Dalam hati saya, kapan-kapan deh main ke Yogya lagi.

Rencanya selanjutnya mau mampir ke Temanggung. Kebetulan ada teman yang mengajar di daerah itu. Temanggung daerahnya dingin. Diapit oleh dua gunung, Sindoro dan Sumbing. Dari kejauhan kedua gunung ini seperti gunung kembar. Jalan akses dari arah Temanggung menuju Wonosobo seolah membelah kedua gunung. Di satu sisi gunung Sindoro dan sisi lain gunung Sumbing. Hampir tidak ada kehidupan di sini setelah malam tiba. Secara tidak sengaja, bersama rombongan satu bis, saya pernah melewati jalan ini pada jam 10 malam dengan kabut yang sangat tebal. Jarak pandang kurang dari 2 meter. Tidak ada satupun kendaraan yang berpapasan dengan kami.

Perjalanan selanjutnya saya akan ke tempat dulu saya praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngesrepbalong, Kendal, Jawa Tengah. Tepatnya di lereng gunung Ungaran. Kangen sama bapak dan ibu Lurah (kepala desa). Pasti sudah banyak cerita. Saya harus berjalan kurang lebih 5 km untuk menjangkau desa tersebut. Tapi tentu tidak saya lakukan, saya akan mengajak seorang teman menemani saya ke sana naik sepeda motor.
Banyak rencana nih. Cita-cita yang belom kesampaian ke pulau Karimunjawa. Kapan ya?

my room

kamarku.jpg

Kamar berukuran 3,5 m x 2,5 m selalu membuatku rindu. Selalu membuatku ingin pulang. Ruangan yang cukup besar buatku. Tepat di atas ruang dapur. Tangga kayu menuju kamarku begitu curam nan melingkar, sehingga jarang sekali anggota keluarga yang naik ke atas kalau gak penting banget. Inilah keuntungannya, kamarku jadi jarang dikunjungi orang. Ruangan ini jadi seperti ”dunia lain” bagiku. Cat warna hijau pupus menyegarkan mata. Sebagian tembok kamar serta pintu terbuat dari kaca sengaja kubiarkan tak bertirai, supaya anggota keluargaku dapat menemuiku segera bila ada perlu. Mereka langsung dapat melihat aktivitasku tanpa harus membuka atau mengetuk pintu. Pintu kamarku selalu terbuka untuk siapa saja.

Jendela kaca menghadap ke arah barat tepat di seberang perumahan pertanian yang tinggi. Rumahku memang terletak di lembah. Aku pun leluasa mengamati jalanan tempat hilir mudik kendaraan. Bila kejenuhan melanda, seringkali ku matikan lampu kamar untuk menikmati suasana malam hari yang indah. Bintang dan bulan menyapa mesra. Cahaya lampu hanya berasal dari lapangan bulutangkis yang menyala tiap malam persis di depan rumah, menerobos tanpa permisi melalui jendela kaca.

Pagi hari, begitu melihat ke jendela, pepohonan menyapa ramah. Kamar ini sengaja tak dilengkapi dengan pendingin buatan manusia. 3 lubang angin kurang lebih 30cm x 30 cm tak kututup dengan sehelai kain pun. Cukup untuk mengatur udara keluar masuk dengan leluasa. Kamar ini benar-benar alami seperti suhu di luar.

Alarm pagi yang membangunkanku adalah angin dingin yang tipis masuk dari lubang angin menusuk kulit hampir membuatku menggigil. Jadilah aku terbangun, segera menunaikan shubuh. Dari salah satu jendela ruangan samping, bila cuaca cerah, seringkali terlihat hamparan gunung Pangrango tanpa awan di sekelilingnya. Wow, it’s really amazing. Hampir-hampir tak berkedip dibuatnya. Tersenyum aku sendiri.

Nyaris tak ada benda berharga di “dunia lainku”, selain koleksi buku-buku di rak khusus. Koleksi dari tahun 1970 sampai 2008. Buku tertua usianya 1970an, dengan ejaan lama, buku itu masih enak dibaca. Buku itulah yang pertama kali membawaku kepada sebuah pencerahan hidup. Sejak itu aku tergila-gila dengan ilmu psikologi. Sejak kelas 3 SMP, kutemukan buku tak berpemilik di tumpukan lemari buku koleksi keluarga. Buku itu berwarna hijau pupus mirip cat kamar. Dibeli oleh kakakku di tukang loak Kwitang, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Klo yang belom tau Kwitang —à ada di salah satu scene film Ada Apa Dengan Cinta, waktu Rangga mengajak Cinta ke pasar buku bekas, ke tempat Rangga sering nongkrong.

Judul buku itu “How To Think Positive” karya Norman Vincent Peale. Sudah ada cetakan terbarunya tapi aku lebih senang membaca versi lamanya. Di buku itu ada beberapa ayat dari Injil yang kurang mengerti, bahasanya terlalu terbelit. Sulit dimengerti.

Kamar ini nyaris jadi tempat curhatku. Saat bosan aku menyeduh cappuccino panas di cangkir putih sambil menyapu pandanganku ke luar jendela. Klo lagi mood ya liat tivi, atau baca buku sambil menyeruput panasnya cappuccino.

Barang-barang yang ada di kamar tak ada yang mewah. Hanya ada tv kecil ukuran 14 inci, kipas angin besar untuk anti gerah, kasur tanpa bed, koleksi buku, laptop Pentium 2 keluaran IBM Think Pad yang keyboardnya udah gak bisa dipakai (banyak file-file penting terjebak di dalam). Laptop ini tak pernah ku pakai, kubuka sesekali sebagai obat rindu. Aku lebih suka pakai PC biasa.

Semua ada di kamar, dialah jiwaku. Kamar adalah curahan hati sang pemilik. Kamar adalah saksi bisu, diary tak tertulis. Semua rasa beradu. Kamar juga tempat aku melepas kepenatan hidup. Tempat paling asik mempraktekkan “PSYCOCYBERNETICS” ilmu ciptaan Dr Maltz, psikolog tahun 1930-an yang belakangan bukunya muncul lagi di pasaran dan laris manis. Kamar adalah segalanya. Emosi jiwa.

Siapa yang akan berkunjung ke kamarku? Dia akan merasakan kehangatan aura yang terpancar darinya..

WELLCOME HOME HONEY

Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?

Buat nemenin kamu-kamu yang sante sambil ngemil n ngopi.

pertanyaan pertama :

Bagaimana caranya memasukkan gajah ke dalam kulkas?

pertanyaan kedua :

Malam ini akan diadakan rapat pertemuan para binatang untuk memilih presiden di kalangan dunia kebinatangan. Namun diprediksi ada satu binatang yang tidak akan hadir dalam pertemuan tersebut. Siapakah binatang itu?

Aku menunggu laki-laki berkepribadian

Namanya juga perampuan. Maunya banyak. Cita-citanya ini itu. Kadang-kadang melampaui kemampuannya sendiri. Kadang suka maksa, abis keinginan gak sama dengan kenyataan. Maunya hidup enak, menikah dengan laki-laki impian. Semua kebutuhan terpenuhi, gak susah-susah gimana beli susu buat anak, pendidikan anak sudah diasuransi, buat jalan-jalan, buat ke salon, so on. Itulah perempuan. Banyak jomblower yang menginginkan laki-laki berkepribadian. Ciri-ciri lelaki yang diburu para jomblower adalah:

1. punya rumah pribadi

2. punya deposito pribadi

3. punya mobil pribadi

4. punya vila pribadi

5. …

6. ….

silakan teman-teman menambahkan sendiri ya….

SALE 50%+20%

Sepulang dari diskusi mingguan, saya mampir jalan-jalan ke mal yang selalu padat tiap weekend. Rupanya kita benar-benar diserang penyakit hedonis. Apa boleh buat, mal mewah ada dimana-mana. Sampai ada seorang teman yang hobi keliling mal. Padahal ya Cuma lihat-lihat. Katanya hanya melihat sudah puas, gak usah beli gak papa. Yang penting punya ongkos ke mal udah cukup. Mendengar cerita itu saya hanya menarik nafas panjang. Huhhhh………

Oh ya saya lanjutkan ceritanya. Begitu saya menginjak pintu masuk, aroma konsumtif begitu tercium kuat. Gimana enggak? Diskon dimana-mana. Mulai dari 20%-50%, bahkan beberapa toko dan supermarket menawarkan diskon 50%+20%. Wah yang ini sih benar-benar menggoda “naluri” perempuan supaya membeli barang diskonan tersebut.

Pernahkah anda memikirkan sejenak apa arti SALE 50%+20%. Sekilas terlihat diskon barang yang ditawarkan adalah 70%, 50%+20% = 70%? Apakah benar?

Dalam bahasa iklan banyak sekali trik-trik dilakukan untuk mendorong calon konsumen membeli sebuah barang. Salah satunya adalah memilih kata atau angka yang mudah diingat. Kebanyakan orang cenderung tertarik dengan 50%+20%, wah diskonnya gede nih, mari kita lihat yang sebenarnya

Jika harga barang mula-mula Rp 100.000,00 Diskon 50 % menjadi Rp 50.000,00 kemudian didiskon lagi 20% menjadi Rp 40.000,00Sedangkan dengan harga yang sama didiskon 70% maka harga barang menjadi Rp 30.000,00

Nah, anda sudah melihat perbedaannya bukan?ternyata tidak sama, anda rugi Rp 10.000,00. Sampai rumah pun banyak dari anda yang tidak memperhatikan. Ternyata barang yang anda beli diskonnya 60% bukan 70%. Anda mau protes?