Category Archives: daily chemistry

Pemisahan campuran

Pada 2 bab terakhir pelajaran IPA SMP kelas VII, materi kimia harus dikuasai dengan matang dalam waktu singkat, cara paling efektif untuk saat ini adalah membuat ringkasan bab dalam bentuk mind map kemudian  menyajikannya dengan praktikum. Dengan cara ini anak-anak lebih mudah faham. Syarat praktikum ini adalah memilih bahan-bahan yang mudah dicari dan mudah dipraktekkan. Berikut ini penjelasan hasil praktikum Baca lebih lanjut

Iklan

membuat definisi indikator asam basa dari hasil percobaan

indikator bayam merah, kunyit, lakmus merah, dan lakmus biru

indikator bayam merah, kunyit, lakmus merah, dan lakmus biru

Baca lebih lanjut

Sumber-sumber pencemaran di rumah

Baca lebih lanjut

Uji vitamin C dalam sampel minuman

Baca lebih lanjut

Menyulap kuning telur menjadi mayonaise

Baca lebih lanjut

Uji Nyala sampel boraks

Baca lebih lanjut

Sekilas cerita tentang kluwak

Baca lebih lanjut

Panci gosong

Baca lebih lanjut

Serba Strawberry

Baca lebih lanjut

Membuat masakan lezat tanpa MSG

Tulisan ini saya masukkan dalam kategori dapur ilmuwan. Ide ini muncul dari ketertarikan saya di dunia kuliner dan dapur dengan pengetahuan yang saya dapat sewaktu kuliah di jurusan kimia FMIPA. Ini merupakan seri pertama dapur ilmuwan. Saya merasa bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukan ilmuwan-ilmuwan kimia terdahulu atas apa yang mereka temukan melalui bahan-bahan kimia sintetis. Banyak masalah kesehatan yang timbul karenanya, misalnya penemuan MSG dan pengawet bahan makanan. Saya sadar sepenuhnya untuk tidak mengkritik tanpa solusi. Saya juga harus belajar menemukan solusi dengan tingkat resiko kecil dengan mengkampanyekan penggunaan bahan-bahan alami yang tidak kalah berkhasiat. Let’s back to nature…sayangi diri kita, sayangi keluarga, sayangi bangsa kita agar tercipta generasi yang cerdas, sehat dan bermoral. Selamat membaca, semoga mendapat manfaat.

 

Membuat masakan enak memang tidak mudah, tapi bisa dipelajari. Seringkali kita menggunakan bahan perasa sintetis seperti monosodium glutamate (MSG) untuk melezatkan makanan. Hal ini tentu membawa dampak tidak baik terhadap kesehatan hati dan empedu. Pada anak-anak, penggunaan MSG mengganggu perkembangan otak dan konsentrasi belajar. Pada orang dewasa konsumsi MSG dalam dosis tertentu akan menumpuk di organ hati. Hal ini sering terjadi pada orang tua seiring menurunnya kemampuan organ karena usia. Mulanya gangguan tersebut tidak dirasa, bertambahnya usia kerja ogan menjadi tidak sempurna sehingga mulai terjadi penumpukan dan timbullah suatu penyakit. Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua orang yang mampir ke blog saya untuk menghentikan penggunaan MSG termasuk kaldu instant dan sejenisnya. Saya ingin tunjukkan sebuah proses memasak ditinjau dari sisi kimia yang tak kalah lezatnya dengan penggunaan MSG. Membuat masakan lezat tidak harus menggunakan banyak bumbu dan rempah, yang penting proses memasaknya benar. Dengan mengetahui rahasia yang terkandung dalam rempah dan bumbu, kita dapat membuat masakan lezat dengan bahan-bahan sederhana.

Rempah-rempah mempunyai senyawa kimia tertentu yang disebut sebagai minyak atsiri.

Minyak atsiri adalah minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang,  mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Senyawa ini berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain dalam mempertahankan ruang hidup.

Senyawa minyak atsiri terdapat dalam rempah-rempah yang biasa digunakan memasak. Bawang putih mengeluarkan minyak atsiri yang berbau langu dan tidak enak. Bawang merah mengeluarkan minyak atsiri jenis lain yang dapat mengganggu kelenjar air mata, maka tak heran jika kita sedang mengiris bawang merah seringkali mengeluarkan air mata. Minyak atsiri lain terdapat dalam serai, cendana, mawar, melati, kenanga (ilang-ilang), dll. Minyak tersebut diperoleh dengan merebus bahan dengan air kemudian uap ainya didinginkan dan ditampung sebagai minyak atsiri murni.

 

Sifat minyak atsiri :

1.      Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah

2.      Susunan senyawa komponennya kuat mempengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu (baunya kuat)

3.      Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda

4.      Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu

5.      Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak/lipofil.

 

Seringkali saya mengamati tukang nasi goreng langganan saya memasak. Saya heran kok nasi gorengnya enak padahal saya memesan tanpa MSG (vetsin). Setelah saya perhatikan, ternyata bawang putihnya digeprek atau dipipihkan dahulu.

Mengapa ?

Dalam bawang putih terkandung senyawa kimia minyak atsiri, aliin, kalium, saltivine, diallysulfide. Fungsi dari bawang putih yang dipipihkan adalah untuk mengeluarkan minyak atsirinya, rasanya akan berbeda jika bawang putinhya diiris. Kalau diiris minyak atsiri yang mudah menguap akan menempel pada pisau.

Bawang putih yang telah dipipihkan, digoreng dalam minyak sedikit panas. Minyak atsiri akan larut dalam minyak, sehingga terbentuk minyak bawang putih yang harum. Saat menggoreng bawang putih, kecilkan api dan sambil dikorek agar bawang putih tidak gosong. Jika kosong masakan akan terasa pahit. Sebaiknya tidak menyimpan minyak bawang dalam waktu tertentu karena minyak ini mudah mengalami proses oksidasi (tengik). Segera gunakan setelah minyak ini dibuat.

Penambahan garam sebaiknya dilakukan saat makanan sudah matang dan kompor dalam keadaan mati. Garam yang dibubuhkan pada awal atau saat proses memasak akan menguraikan iodium. Iodium mudah terurai dalam panas.

Penambahan sedikit gula akan menyeimbangkan rasa asin dari garam. Perpaduan rasa ini membentuk rasa baru yang sama seperti MSG. Dengan takaran yang tepat kelezatan masakan akan tercipta. Tentu takaran garam dan gula akan berbeda untuk setiap masakan dan jumlah porsi yang dibuat. Cara memasak ini lazim digunakan dalam masakan cina, gak heran kan masakan cina banyak yang enak. Sebetulnya tanpa ditambah arak atau ang ciu masakan sudah enak. Sekarang tidak ada alasan kan kalau memasak enak itu sulit?

 

Selamat mencoba..

Sampai jumpa di seri dapur ilmuwan berikutnya…

 

(sumber inspirasi : wikepedia, PDII-LIPI, Asian Food Channel Indovision)

Selai dan jam (jem) buatan sendiri

Seri kimia populer kali ini adalah rahasia pembuatan selai dan jam. Ilmu kimia bahan makanan mempelajari sifat-sifat sifat-sifat kimia dalam bahan makanan. Sifat-sifat ini banyak sekali pemanfaatannya dalam kehidupan rumah tangga. Bahan makanan yang terdapat di sekitar kita seperti buah-buahan dan gula merupakan bahan dasar pembuatan selai dan jam. Mengenai perbedaan ini akan saya bahas dalam tulisan berikut.

Jam (jem) adalah buah awetan yang dibuat dengan merebus buah bersama gulanya sampai kental. Salah satu arti kata jam dalam bahasa Inggris adalah menghancurkan sesuatu dengan tekanan. Jam dibuat dengan menghancurkan buah utuh atau irisan selagi dimasak agar cairan sarinya mengalir. Hasilnya berupa cairan manis, kental dan penuh buah.

Sedangkan selai hanya memakai sari buah saja. Untuk membuat selai diperlukan kain penyaring. Cara membuat kain penyaring yaitu lapisi tapisan beberapa lembar kain katun tipis atau kain kasa yang sudah dimasukkan dalam air mendidih, didinginkan dan diperas sampai kering. Pasang tapisan di atas mangkuk besar, tuangkan buah yang sudah direbus,dan ikat kain untuk membuat kantung. Gantungkan kantung di atas mangkuk dengan mengikatkannya ke pegangan lemari dapur. Biarkan air buah menetes selama semalaman. Kalau memeras kantung ketika penuh bubur buah, selai akan keruh.

Sebelum membahas cara pembuatan, alangkah baiknya jika kita mengenal bahan dasar dan sifatnya lebih dulu. Tujuannya agar mengenal fungsi masing-masing bahan, sehingga akan dicapai hasil selai dan jam yang baik kualitasnya.

1. Buah

Buah memiliki rasa unik yang akan memberi keunikan selai dan jam. Cara memilih dan mengolahnya dapat membuat perbedaan yang besar terhadap hasilnya. Rasa buah asli masih dapat dipertahankan jika proses mengolahnya benar. Buah segar yang dipakai harus masih keras,utuh dan baru saja masak. Lebih baik gunakan buah yang belum begitu masak daripada terlalu masak. Semakin masak buah, kadar pektinnya semakin berkurang. Pectin yaitu bahan pengental asli dalam buah. Buang bagian buah yang tergores atau rusak karena akan mengganggu rasa. Cuci buah di bawah air dingin yang mengalir dan potong menurut resep. Gunakan buah segera karena cepat rusak walaupun dimasukkan dalam lemari es.

2. pektin

pektin adalan zat yang mengentalkan selai dan jam. Pektin terdapat dalam semua buah dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kadar pectin makin berkurang pada buah yang makin masak. Gunakan kombinasi buah masak dan buah belum masak agar didapat cukup pektin.

3. gula

merupakan pengental dan pengawet alami. Gula mengeraskan buah dan memberi rasa manis. Sebelum gula dibubuhkan, buah harus dimasak sampai lunak dalam air yang banyaknya telah ditentukan. Bila gula terlalu cepat dibubuhkan, buah akan segera mengeras.

4. asam

jam dan selai tidak akan mengental tanpa asam. Asam terdapat dalam semua buah. Asam berkurang bila buah bertambah masak. Air jeruk dapat ditambahkan untuk membantu pengawetan buah yang rendah kadar asam aslinya

alat yang digunakan :

1. panci ukuran 9-10 liter, pilih dari bahan aluminium atau baja anti karat, supaya logam panci tidak terlarut selama proses memasak

2. talenan

3. tapisan dan baskom

4. pisau kupas

5. penumbuk kentang atau garpu (untuk menghacnurkan buah)

6. sendok kayu (untuk mengaduk)

7. sendok logam (untuk mencedok buih)

8. mentega (membantu pemerataan buih)

9. botol kaca yang ditempeli etiket tanggal pembuatan

Cara membuat :

1. jam strawbery dan apel

bahan :

strawberi segar (1,15 kg); apel hijau (900 gram); air jeruk sitrun (115 ml); mentega (1 sdm); gula pasir (1,55 kg); air (225 ml), pewarna makanan merah (2-3 tetes) bila suka

cara membuat:

a. kupas apel,buang bagian tengah, iris-iris

b. rebus apel sampai lunak (10-15 menit), hancurkan apel sampai halus menggunakan penumbuk kentang

c. matikan api, tambahkan strawberry, air jeruk sitrun dan gula

d. aduk sampai gula larut, hidupkan api, rebus campuran

e. cek kekerasan jam : ambil sedikit cairan menggunakan sendok, teteskan beberapa titik selai ke tatakan dingin, tunggu sampai terbentuk lapisan kulit dan mengkerut. Jika belum terbentuk kulit rebus kembali dan lakukan cek kekerasan jam

f. matikan api, buang buihnya, tambahkan beberapa tetes pewarna

g. tambahkan mentega 1 sdm, aduk sampai mentega meleleh (ini merupakan resep rahasia keluarga agar hasilnya berkualitas)

h. dinginkan jam selama 15 menit sebelum dimasukkan dalam botol

i. jem yang terbentuk sebanyak 454 gram

2. selai manisan jeruk manis

selai manisan dinamakan Marmalade yaitu manisan irisan buah yang tersebar di dalam selai buah kental yang jernih

bahan :

2 kg jeruk; 225 ml air jeruk sitrun; 2,5 L air; 2 kg gula; 1 sdm mentega

Cara membuat :

  1. iris jeruk, buang seratnya, masukkan dalam panci berisi air 225 ml, rendam semalaman
  2. keesokan harinya, rebus jeruk dalam panci tertutup sampai lunak dan dinginkan
  3. masukkan gula dan air jeruk sitrun, rebus sampai airnya sedikit
  4. cek kekerasan selai (lihat pada pembuatan jam)
  5. matikan api, buang buihnya, tambahkan mentega, aduk sampai mentega meleleh
  6. dinginkan, masukkan ke botol, hasilnya 454 gram

3. dadih jeruk sitrun (krim jeruk)

dadih adalah semacam saus yang biasanya dibuat dengan jeruk sitrun. Di sini menggunakan panic susun, karena telur akan mengental apabila terkena panas. Dadih jeruk sitrun dapat digunakan untuk mengisi kue sus atau tart kecil, atau dioleskan pada roti.

Bahan :

225 ml air jeruk sitrun, 450 gram gula, 115 gram mentega (bukan margarin), 4 butir telur dikocok sampai mengembang

Cara membuat :

a. lelehkan mentega pada bagian atas panci susun

b. tambahkan air jeruk sitrun, gula, dan telur kocokan

c. masakkan di atas air mendidih sampai campuran mengental

d. masukkan ke dalam botol dan tutup, beri label

e. simpan dalam lemari es, habiskan dalam sebulan

4. selai apel

bahan :

1,8 kg apel hijau; 680 ml air; 115 ml air jeruk sitrun; gula

Cara membuat :

  1. Cuci dan iris buah apel tanpa membuang bagian tengahnya (biji dan kulit buah paling banyak mengandung pektin).
  2. rendam buah dalam air, tambahkan air jeruk sitrun, rebus sampai lunak
  3. angkat dari api, tumbuk, saring seperti petunjuk di atas (alinea 3)
  4. takar sari buah yang dihasilkan, tambahkan 225 gram gula untuk setiap 225 ml sari buah
  5. didihkan, cek kekerasan selai, jika sudah mengeras matikan api
  6. buang buihnya, dinginkan dan masukkan dalam botol

ide penelitian :

· belum diketahui jenis-jenis buah dan sayur dapat dijadikan selai, jam, selai manisan, atau dadih

· pembuatan selai, jam, selai manisan, atau dadih dapat dijadikan makanan alternatif untuk anak-anak yang tidak menyukai sayur dan buah segar

· suhu dan syarat penyimpanan belum diketahui agar kualitas produk masih terjaga mengingat semua bahan menggunakan bahan alami, tidak menggunakan produk sintetis

· untuk meningkatkan nilai ekonomis buah-buahan dan sayuran saat musim panen yang harganya cenderung anjlok

· belum diteliti mengenai penggunaan gula jagung untuk pembuatan selai, jam, selai manisan, dan dadih untuk penderita penyakit diabetes mellitus

· belum diketahui tentang penggunaan jenis jeruk lain (selain sitrun) yang digunakan dalam proses pengentalan

· belum diteliti mengenai penggunaan sinar gamma untuk mengawetkan produk sampai berbulan-bulan

Keajaiban Garam

Garam? Itu kan tempatnya di dapur, di meja makan juga ada. Saya jadi ingat ketika menikmati perjalanan Kudus-Surabaya. Di sepanjang jalur tersebut ada ladang garam sepanjang daerah Juwana-Rembang. Pekerjaan mengumpulkan garam sedikit sulit. Jika tidak ada panas, maka air garam tidak dapat menguap. Akibatnya, kristal garam tidak dapat terbentuk. Panas matahari sangat diperlukan mulai dari penguapan sampai panen. Petak-petak ladang yang sebagian airnya sudah menguap, tertinggal kristal garam putih. Garam ini dikenal dengan garam kotor. Proses pengumpulan dilakukan di setiap petak, lalu dikumpulkan membentuk gunung-gunung kecil. Apabila hujan turun, gunungan garam ini akan mencair lagi. Kadang saya berpikir, bagaimana ya petani garam bisa hidup makmur. Sudah susah payah, garam dijual dengan harga murah.

Selama ini kita hanya mengenal garam hanya sebagai bahan perasa asin saja. Pernahkah kita bayangkan seandainya di dunia ini tanpa garam?

Ternyata garam banyak sekali fungsinya, selain sebagai penambah rasa, garam juga berperan sebagai :

1. cairan pencuci hidung

garam dapat digunakan sebagai cairan pencuci hidung untuk penderita sinus dan alergi. Hidung pada penderita sinus dan alergi umumnya mengandung lendir yang dapat mengganggu pernafasan hidung. Lendir ini dapat ditarik dengan cairan garam. Caranya larutkan 1 sendok garam pada 200 ml air hangat, tuang pada pot neti. Cuci hidung menggunakan cairan garam. Miringkan hidung, masukkan perlahan cairan garam ke dalam hidung. Cairan akan keluar dari lubang hidung yang lain. Lakukan bergantian

2. pembuat es krim tradisional

setelah adonan es krim dicampurkan, untuk mengeraskannya maka adonan dimasukkan ke dalam alat khusus yang di sekelilingnya ditaburi garam dan es batu. Garam berfungsi menjaga suhu es agar tetap rendah dan tidak mudah cair. Sifat molekul garam yang unik ini dikarenakan unsur Natrium dan klorida pembentuk garam memiliki sifat berlawanan. Gaya tarik yang salik menolak antar molekul garam membuat garam berfungsi sebagai bahan penahan

3. membersihkan saluran bak cuci

saya menggunakan garam untuk membersihkan saluran bak cuci dari lemak-lemak yang mengeras. Saat mencuci piring, semua lemak dan minyak hanyut terbawa air dan mengendap dalam saluran pembuangan. Untuk membersihkannya, taburkan satu bungkus garam yang sudah dihaluskan masukkan ke dalam lubang bak cuci lalu siram dengan air panas. Lakukan setiap 3 atau 4 minggu.

4. larutan pengganti cairan

Larutan gula garam sangat baik untuk mengganti cairan tubuh. Sel-sel tubuh kita tidak hanya mengandung air tetapi kandungan sel tubuh adalah cairan garam. Sedikit saja kekurangan cairan garam, tubuh akanmengalami dehidrasi.

5. mengurangi rasa asin pada ikan asin

saya biasa menggunakan air garam untuk mengurangi rasa asin pada ikan asin. Prinsip yang digunakan adalah osmosis yaitu membuat lingkungan lebih asin dibanding sel yang direndam. Masukkan 3 sendok garam pada 100 ml air biasa lalu rendam ikan asin. Konsentrasi cairan perendam yang lebih tinggi akan mengeluarkan garam pada ikan asin yang konsentrasinya lebih rendah.

6. pengusir ular

biasanya untuk mengusir ular saat camping, di sekitar tenda ditaburkan garam agar ular tidak berani mendekat

Membuat Saos tomat sendiri

Bagaimana ya dengan ide membuat saos tomat sendiri? Mungkin bisa membantu mengatasi masalah kesehatan berkaitan dengan konsumsi saos berpengawet yang dijual murah. Saos-saos yang dijual murah tidak memperhitungkan higienitas, baik dari pemilihan bahan baku, proses produksi hingga pengemasan. Supaya bisa dijual murah maka bahan baku dipilih ampas singkong sisa pabrik tepung pati (kanji), cabe busuk atau pepaya busuk. Untuk lebih menarik, ditambahkan bahan pewarna sintetis dari jenis pewarna tekstil. Pengemasan menggunakan botol bekas yang hanya dicuci menggunakan air dan sabun. Seharusnya botol kemasan disterilisasi. Tentu ini akan menambah biaya produksi.

Nah daripada kita makan saos gak jelas,lebih baik membuat sendiri. Warna saos tidak memang tidak semenarik yang dijual. Tapi dari segi kesehatan jauh lebih baik. Rasa tidak jauh berbeda

Bahan :

Tomat segar

Gula

Garam

Cara membuat :

1. didihkan air dalam panci

2. masukkan tomat sebentar, lalu angkat, jangan terlalu lama direbus karena akan hancur. Tujuan direbus agar kulit luarnya mudah dikelupas

3. keluarkan isi tomat

4. blender sampai halus

5. masukkan ke dalam wajan panas tanpa minyak

6. masukkan gula dan garam (tujuan : agar saos tahan lama)

7. aduk-aduk sampai airnya hilang

8. dinginkan

9. simpan dalam wadah kaca

10. beri label tanggal pembuatan

11. simpan dalam lemari es

variasi :

jika menginginkan saos cabe dapat ditambahkan cabe. Dapat pula dibuat komposisinya lebih banyak cabe dibanding tomatnya

sambal kecap pedas dapat dibuat dari bahan kecap dan 100% cabe

sambal pedas dibuat dari 100% cabe atau 10% tomat dan 90% cabe

– untuk membuat saos spageti, tambahkan oregano saat proses memasak terakhir

bahan pengawet yang aman adalah garam dan gula atau natrium benzoat (sintetis) yang dapat dibeli di toko bahan makanan. Beberapa sumber mengatakan pengawet sintetis ini tidak cukup aman dikonsumsi. Sumber lain mengatakan bahwa natrium benzoat tergolong bahan yang mudah dikeluarkan dari dalam tubuh. Ini tergantung dari kondisi tubuh masing-masing, ada orang yang tubuhnya dapat mengeluarkan natrium benzoate secara alami dan ada yang tidak.

saran

ide ini baru ide mentah, belum 100% sebagai ide jadi sehingga dapat dikembangkan menjadi sebuah penelitian

untuk mahasiswa jurusan kimia murni (kimia MIPA) atau jurusan tata boga dapat dibuat sebagai bahan penelitian skripsi dengan variabel daya simpan, suhu penyimpanan, komposisi gula dan garam yang cocok untuk penyimpanan, susbstitusi bahan makanan tertentu ke dalam saos tetapi tidak mengurangi rasa dan kualitas bahan

hasil penelitian dapat diapliksikan langsung ke dalam home industri untuk membuat produk saingan dari pabrik-pabrik saos murah yang beredar di masyarakat

hasil penelitian juga dapat dibuat program bakti sosial, proyek Kuliah Kerja Nyata (KKN), membuat industri industri rumahan yang sehat, atau untuk konsumsi sendiri

penelitian baru

biji rambutan dapat digunakan sebagai bahan alternatif makanan baru, uji pendahluluan yang dilakukan untuk mengetahui kadar protein, lemak dan karbohidrat serta uji HCN (untuk mengetahui getahnya beracun atau tidak.

lebih lengkap klik rambutan.pdf

prosedur analisa

prosedur analisa laboratorium untuk pengukuran kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak kasar (metode (soxchlet), kadar serat kasar, penetapan Ca-kalsium (metode Permanganometri), penetapan kadar fosfor (metode Molibdat-Valadat), Penetapan kadar magnesium, Penetapan kadar Fe dan Zn (Atomic Absorption Spectrofotometer), Penentuan beta karoten, Penentapan kadar vitamin C (metode titrasi iodium Jacob),

Penetapan Kadar Fe(besi) dan Zn(seng) dalam plasma Perkutut

KAndungan nutrien daun segar tanaman saga, daun sambiloto dan pare hutan

lebih lengkap klik prosedur-titrasi.pdf

Secangkir Cappuccino ANTISTRES

Bosan dengan pekerjaan? Jenuh dengan segala aktivitas anda?

Mudah, nongkrong di tempat yang ada kopi nya.

cappucino-new.jpg

Nongkrong sambil ngobrol gak karuan sama teman-teman. Tema-tema gak penting tuk diobrolin, tapi cukup enak di dengar telinga. Saya menyebutnya coffe cozy. Ada juga yang ngopi sambil bawa laptop konek ke dunia maya. Plus lagi ditemani sepotong tiramisu, cheesecake or hitam forest (black forest – saya menyebutnya hitam forest, enak aja nyebutnya). Di Jakarta banyak tempat beginian, mulai dari pinggir jalan sampe yang gedongan.

Tapi klo saya sih mending nongkrong di loteng kamar aja, malam hari sepulang kerja terus meneruput secangkir cappuccino panas. Slrrrrrrrrp…….ah….nikmat sekali. Semua keletihan, kejengkelan, dan kesedihan hilang seketika.

cappucino_zdjecie_kawy_z_pianka_fotografie_biurowe_kawy_1416.jpg

Taukah apa yang terkandung dalam secangkir cappuccino?

1. Di dalam cappuccino mengandung kopi, senyawa kimia dalam kopi antara lain kafein. Kafein bekerja ampuh melancarkan peredaran darah. Penggumpalan darah di otak menyebabkan kepala pusing. Jadi tepat sekali jika anda sedang pusing 7 keliling, gak ada salahnya menyeruput secangkir cappuccino. Perlu di catat bahwa anda yang memiliki penyakit maag jangan coba-coba mengkonsumsinya terlalu banyak. Zat asam dalam kopi dapat menganggu lambung anda. Perut terasa perih. Dapat diganti dengan teh herbal (teh hijau) yang mengandung banyak senyawa bermanfaat untuk tubuh. Kandungan kafein teh lebih tinggi daripada kopi.

2. kandungan coklat dalam cappuccino menimbulkan efek penenang

3. kehangatan secangkir cappuccino menghangatkan tubuh anda sehingga tubuh menjadi rileks

menangkap ikan lebih banyak

Para nelayan tampaknya harus banyak belajar pada para siswa untuk mendapat hasil tangkapan ikan lebih banyak. Pasalnya, penelitian ilmiah yang dilakukan sejumlah siswa dalam ajang Kompetisi Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional VI yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan sebuah alternatif untuk mendulang hasil tangkapan ikan lebih banyak lagi.

Dalam penelitian yang diajukan para siswa tersebut, penggunaan warna bola lampu mempengaruhi jumlah hasil tangkapan. Para nelayan biasanya menggunakan bagang yaitu sebuah alat yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan dengan bantuan cahaya lampu petromaks.

Sebab, cahaya merupakan sejenis gelombang yang dapat ditangkap oleh indera penglihat ikan. Dalam cahaya yang berbeda, terdapat frekuensi gelombang yang berbeda pula. Warna tertentu dapat memengaruhi pergerakan ikan untuk merespons lebih cepat.

Penelitian tersebut dilakukan oleh gabungan siswa dari berbagai daerah. Di antaranya, siswa SMA Nusantara, SMAN I Malimping, SMAN 8 Jogjakarta, MAN I Jogjakarta, SMAN 5 Ambon, SMA Plus Negeri 17 Pelembang, SMAN Batanghari, MAN Insan Cendekia, SMAN 5 Jogjakarta, SMAU BPPT Al Fatah Lamongan, serta Buin Batu National School.

Dalam temuannya, penggunaan warna merah dan biru berimplikasi sebagai penarik ikan jauh lebih banyak dibanding warna kuning yang dipancarkan petromaks. Sehingga, jika penggunaan warna merah dan biru itu digunakan nelayan dalam menangkap ikan, dalam waktu singkat bisa menjaring ikan dalam jumlah banyak.

Sebab, bagi hewan laut, penglihatan sangat penting untuk berburu dan mempertahankan diri. Tak seperti hewan darat, ikan memiliki lensa mata seperti bola sesuai dengan densitas air tempat mereka hidup. Pada kedalaman lebih dari 300 meter, mata besar seperti gurita diperlukan untuk menangkap kilasan organisme di sekitarnya. Sehingga, banyak terdapat sel biru yang sensitif di dalam retina mata ikan. Di antara warna yang mampu menembus gelombang antara 40 nm hingga 700 nm, yakni warna merah hingga biru ungu.

Menurut ketua tim peneliti Catur Nugroho dari SMA Taruna Nusantara, dari hasil penelitiannya, perbedaan hasil tangkapan itu sangat mencolok di antara warna yang berbeda. Untuk warna putih kekuningan dalam waktu tiga menit mampu menambah jumlah ikan sebanyak tujuh ekor, sementara untuk warna merah dalam waktu yang sama bisa menambah ikan sebanyak delapan ekor. Sedangkan untuk warna biru, dalam waktu satu menit justru mampu mendulang ikan hingga 11 ekor. “Ini mungkin bisa bermanfaat bagi para nelayan,” harapnya.

Sehingga, cahaya lampu petromaks yang biasa digunakan para nelayan pada bagang dapat diganti dengan lampu berwana merah atau biru yang menarik ikan untuk datang ke bagang tersebut. Spektrum warna merah dan biru dapat lebih menarik ikan untuk datang ke bagang dibanding warna putih kekuningan yang dikeluarkan lampu petromaks. “Artinya bisa disimpulkan spektrum berwarna biru merupakan indikasi penarik ikan paling kuat yang dapat membuat ikan berkumpul,” jelasnya.

Sumber: http://www.jawapos.co.id

Melukis dengan cahaya

Fotografi konvensional tetap bertahan. Meski dunia digital telah merambah hampir ke setiap bidang beberapa cara konvensional masih digunakan. Salah satunya bidang fotografi. Saat ini orang lebih banyak menggunakan fotografi digital karena teknologi telah membuatnya lebih mudah digunakan daripada fotografi konvensional. Dengan digital orang tidak perlu menggunakan film, repot dalam pencucian film dan pencetakan di atas kertas foto yang mahal. Namun fotografi konvensional yang menggunakan film seluloid agaknya belum akan ditinggalkan, terbukti dengan makin banyaknya produk-produk film baru di pasaran. Baik fotografi digital maupun konvensional memiliki prinsip yang sama yaitu membuat citra atau gambar yang ditangkap oleh sel-sel elektronis peka cahaya dan hasilnya bisa langsung dilihat pada layar monitor. Untuk fotografi konvensional, gambar ditangkap oleh film dan terjadi reaksi fotokimia. Setelah proses pencucian dan pencetakan baru dapat dilihat hasilnya.

Proses terbentuknya gambar hitam putih. Film foto pada dasarnya merupakan emulsi perak halida (biasanya bromida AgBr) dalam gelatin. Bila film terkena cahaya, butiran perak bromida teraktifkan sesuai dengan tingkat cahaya yang mengenainya. Film yang telah terkena cahaya bila dimasukkan ke dalam larutan pengembang pereduksi lemah misalnya metol, amidol atau hidrokuinon C6H4(OH)2, butir perak bromida teraktifkan membentuk perak logam yang hitam. Semakin kuat intensitas cahaya, perak logam hitam yang terjadi semakin banyak. Begitu pula sebaliknya, Semakin lemah intensitas cahaya maka perak logam hitam yang terbentuk sedikit.

Proses ini menghasilkan bayangan foto. Selanjutnya perak bromida yang tak teraktifkan jika terkena cahaya, akan tereduksi menjadi logam perak hitam. Logam perak hitam yang terbentuk menghasilkan bayangan film. Agar bayangan film melekat pada film maka harus difiksasi (diikat). Pengikat (fikser) yang umum dipakai adalah natrium tiosulfat. Orang fotografi biasa menyebut hipo.. Pada proses pengikatan terjadi reaksi sebagai berikut : AgBr (s) larut dalam larutan fikser terbentuk ion perak kompleks.

AgBr (s) + 2S2O32- [Ag(S2O3)2]3- + Br1-

Perak bromida sisa dihilangkan dengan pencucian. Hasil dari proses ini adalah gambar dengan berbagai nuansa hitam putih di atas seluloid yang kita kenal dengan negatif film. Dari negatif dibuat foto dengan jalan mencetak pada selembar kertas foto. Bagian hitam pada negatif menghasilkan gambar putih pada foto sedangkan bagian putih. Sedangkan bagian putih pada negatif menghasilkan gambar hitam pada foto. Disebut negatif film karena gambar yang tercetak berlawanan dengan filmnya.

Proses terbentuknya gambar warna. Prinsipnya tidak jauh berbeda, hanya emulsi peka cahaya pada film ini terdiri dari tiga bagian khusus yang peka terhadap warna tertentu yaitu :

1. lapisan peka warna biru setelah dicuci menjadi kuning

2. lapisan peka warna hijau setelah dicuci menjadi magenta

3. lapisan peka warna merah setelah dicuci menjadi cyan

Limbah berharga. Kira-kira hanya 25 % perak bromida yang menjadi perak logam hitam dari perak bromida seluruhnya, sisanya sebanyak 75% larut bersama fikser. Jika fikser telah jenuh dengan perak, maka larutan ini tidak dapat dipakai lagi. Harus diganti dengan yang baru. Larutan jenuh tersebut menjadi limbah utama laboratorium cuci cetak foto. Limbah dengan kandungan perak 75% tidak boleh dibuang sembarangan karena logam berat Ag akan mencemari lingkungan. Oleh karena itu limbah ini dapat dimanfaatkan untuk penyepuhan perak. Kandungan ion perak yang cukup besar dalam larutan diambil dengan cara elektrolisis. Yang menjadi masalah adalah tidak semua logam Ag terambil sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai kondisi optimum seperti suhu larutan, pH dan lamanya elektrolisis.

penghilangan rasa gatal pada talas

Seiring perkembangan industri kuliner di Indonesia, tanaman umbi-umbian telah lama digunakan masyarakat kita sebagai makanan selingan atau sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Dari sekian banyak jenis umbi-umbian yang paling dikenal adalah talas. Talas (Colocasia esulenta (L) Schoot) atau talas bogor dibudidayakan hampir di seluruh kepulauan nusantara dari tepi pantai sampai ke pegunungan, di atas 1000 meter dari permukaan laut, baik liar maupun ditanam.

Berabad-abad yang lalu, talas merupakan makanan pokok di Asia dan Kepulauan Pasifik. Di Indonesia, talas digunakan sebagai makanan tambahan atau sayur. Umbi talas digunakan untuk berbagai macam masakan. Umbi anak, tangkai dan daunnya digunakan untuk sayur. Umbi dapat diolah menjadi keripik talas yang gurih. Makanan khas yang dibuat dari daun talas adalah buntil. Bubur akar rimpang talas dipercaya sebagai obat encok dan cairan akar rimpang talas digunakan untuk obat bisul. Di Irian jaya, talas digunakan sebagai makanan pokok.

Talas merupakan umbi berbentuk silinder atau lonjong sampai agak bulat. Kulit talas berwarna kemerahan, bertekstur kasar dan terdapat bekas-bekas pertumbuhan akar. Sedangkan warna dagingya putih keruh. Kandungan kimia dalam talas dipengaruhi oleh varietas, iklim, kesuburan tanah, dan umur panen. Umbi talas segar sebagian besar terdiri dari air dan karbohidrat. Kandungan gizi yang terdapat pada 100 gram umbi talas terdapat dalam tabel berikut :

 

Tabel 1. Kandungan gizi talas

Kandungan gizi

Talas mentah

Talas rebus

Energi (kal)

120

108

Protein (g)

1,5

1,4

Lemak (g)

0,3

0,4

Hidrat arang total (g)

28,2

25,0

Serat (g)

0,7

0,9

Abu (g)

0,8

0,8

Kalsium (mg)

31

47

Fosfor (mg)

67

67

Besi (mg)

0,7

0,7

Karoten total

0

0

Vitamin B1 (mg)

0,05

0,06

Vitamin C (mg)

2

4

Air (g)

69,2

72,4

Bagian yang dimakan (%)

85

100

Sumber : Dewi Sabita Slamet dan Ignatius Tarwotjo (1980), majalah gizi dan makanan jilid 4, hal 26. Bogor Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI.

 

Talas mengandung banyak senyawa kimia yang dihasilkan dari metabolisme sekunder seperti alkaloid, glikosida, saponin, essensial oil, resin, gula dan asam-asam organik. Umbi talas mengandung pati yang mudah dicerna kira-kira sebanyak 18,2% dan sukrosa serta gula pereduksinya 1,42%.

 

Rasa gatal yang tertinggal di mulut setelah memakan talas menjadi masalah tersendiri. Rasa gatal tersebut disebabkan oleh suatu zat kimia yang disebut kalsium oksalat. Kalsium oksalat tidak menimbulkan gangguan serius. Kalsium oksalat dapat dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan banyak air atau dengan cara pengukusan serta perebusan yang intensif. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Riatyastie dan Arik Purwani menunjukkan bahwa rasa gatal pada talas dapat dihilangkan dengan perendaman menggunakan garam (NaCl) yang dilarutkan dalam air.

Untuk memperoleh kadar kalsium oksalat yang rendah pada talas dapat dilakukan sebagai berikut :

1. talas dicuci sampai bersih selama 5 menit menggunakan perbandingan talas dan air 1 : 4

2. talas direndam selama 20 menit menggunakan NaCl berkadar 1%

3. talas dicuci kembali seperti pada point 1

air yang digunakan sebaiknya air mengandung sedikit mineral dan menggunakan NaCl murni agar tidak ada kotoran yang terserap dalam perendaman.

Pencucian dan perendaman dengan air berfungsi untuk menghilangkan zat-zat pengotor dalam talas. Penurunan kadar oksalat terjadi karena reaksi antara natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksalat (CaC2O4). Garam (NaCl) dilarutkan dalam air terurai menjadi ion-ion Na+ dan Cl. Ion-ion tersebut bersifat sepereti magnet. Ion Na+ menarik ion-ion yang bermuatan negatif dan Ion Cl menarik ion-ion yang bermuatan positif. Sedangkan kalsium oksalat (CaC2O4) dalam air terurai menjadi ion-ion Ca2+ dan C2O42-. Na+ mengikat ion C2O42- membentuk natrium oksalat (Na2C2O4). Ion Clmengikat Ca2+ membentuk endapan putih kalsium diklorida (CaCl2) yang mudah larut dalam air.

 

CaC2O4 + 2NaCl Na2C2O4 + CaCl2

 

Waktu optimum yang dibutuhkan dalam proses pengikatan ini adalah 20 menit. Setelah selesai, talas harus dicuci dan direndam dalam air untuk menghilangkan sisa garam mineral dan endapan yang kemungkinan masih menempel pada talas.