mudik via pantura

Ramadhan tinggal tujuh hari lagi, biasanya saya dan mama sudah berada di kampung halaman menghindari arus mudik yang padat. Itu karena profesi kita sama, sebagai pengajar, jadi kalau muridnya sudah libur ya kita langsung cabut :mrgreen:.  Maklum kami tipe pemudik yang mengutamakan kenyamanan, kami enggan memaksakan diri malam takbiran ada di jalanan. Lalu anggota keluarga lainnya menyusul setelah sholat id.  Kami biasanya segera kembali sebelum arus balik mulai pada (lagi-lagi menghindari sengsara.

Salah satu keuntungan mudik menghindari arus mudik dan arus balik adalah jalanan yang lengang, apalagi kami lewat pantura. Terasa pantura seperti kota mati, sepi banget.

jalur pantura sepi, mudik lebaran hari 1

jalur pantura sepi, mudik lebaran hari 1

Biasanya kami mampir di Brebes beli bawang merah dan telur asin yang terkenal enak (kuning telurnya berwarna orange, kalau dimakan lumer di tenggorokan, ga seret << orang jawa bilang masir) , mampir Pantai Alam Indah Tegal, atau alun-alun Brebes cari sate Blengong yaitu unggas hasil persilangan antara itik dan entok. Ciri khas  sate blengong ada pada tusukan yang memakai lidi daun kelapa dengan ukuran cukup panjang. Disajikan dengan lontong atau kupat di atas daun pisang lalu disiram kuah merah pedas. Pilihanya ada daging, ati, ampela, dan kulit .

sate blengong  (http://tropisliving.blogspot.com/2010/01/sate-bebek.html)

sate blengong

diambil dari http://tropisliving.blogspot.com/2010/01/sate-bebek.html

satu tusuk sate seharga Rp 8.000, 00. Kalau tidak suka pedas boleh disajikan tanpa kuah (asli pedes banget, kalo gak biasa makan pedas mending ga usah pake kuah deh). Tersedia juga nasi jika tidak suka lontong/kupat. Terakhir ditaburkan bawang goreng dan kerupuk berwarna pink :glek:

Sesekali kami mampir di pengisian bensin untuk sekedar isoma, atau mengisi bensin sambil numpang ke toilet. Keluarga besar kami selama beberapa tahun ini memiliki tradisi baru, arisan keluarga di hari ke-3 lebaran. Biasanya hari pertama kami gunakan untuk silaturahim ke eyang dan uyut, hari kedua silaturahim ke sanak saudara, hari ketiga berkumpul kembali dengan formasi keluarga eyang beserta cucu dan keluarga adek eyang beserta cucu. Semua ini kami lakukan untuk menjaga silaturahim trah keluarga. Jadi nanti kalau yang senior sudah meninggal, cucu-cucu masih saling mengenal dan bersilaturahim. Hari-hari selanjutnya saya gunakan waktu untuk silaturahim dengan teman-teman kuliah, menikmati makanan khas Kudus  (soto kudus,  lentog – lontong sayur khas kudus, es gempol pleret, sate kerang, orog-orog, dll)  dan mencari oleh-oleh titipan teman saya di blogor 😆

sungkem seluruh anggota keluarga

sungkem seluruh anggota keluarga

sebelum acara, ada tausiyah dari pak ustadz

sebelum acara, ada tausiyah dari pak ustadz

lentog : lontong bungkus daun, ditambah sayur tewel (nangka), dan sayur tahu plus cabe rawit, biasanya dimakan dengan sate telur

lentog : lontong bungkus daun, ditambah sayur tewel (nangka), dan sayur tahu plus cabe rawit, biasanya dimakan dengan sate telur

es gempol plered (dibuat dari tepung beras mirip bakso, disajikan dengan sirup, es, dan kuah santan)

es gempol plered (dibuat dari tepung beras mirip bakso, disajikan dengan sirup, es, dan kuah santan)

Tak setiap mudik kami menggunakan jalan darat, ada kalanya kami menggunakan kereta bisnis fajar utama jurusan Semarang. Biasanya kami berangkat pagi dari Jakarta, agar ketika sampai di Kendal sekitar jam 14.00, kami bisa menikmati hembusan angin dan deru ombak dari atas kereta yang melaju kencang. Pemandangan itu dapat kami nikmati sekitar 20 menit.

saya berhasil mengambil foto dari dalam kereta, subhanallah keren ya ^^

dari dalam kereta *siapa itu ya ^^

dari dalam kereta *siapa itu ya ^^

pertemuan antara laut dan rumput disaksikan langit yang membiru

pertemuan antara laut dan rumput disaksikan langit yang membiru

pelabuhan kecil

pelabuhan kecil

Tahun ini giliran saya lebaran di rumah, trus mudik ke kampung suami yang cuma beda kecamatan alias 20 menit dari rumah hehe

Buat kawan yang mau mudik saya ucapkan selamat jalan, semoga selamat di perjalanan dan sampai tujuan, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Iklan

13 responses to “mudik via pantura

  1. wow keren..iya bener mending menhindari arus mudik n balik ahaha
    dulu saya pernah mudik sehabis lebaran n emang sepi ehehe tapi sayangnya g sholat id bareng gitu..sediiih ^^
    nice post bisa jadi info mudik hehe
    salam kenal

  2. mudik di jalur pantura sekarang sudah cukup nyaman,
    sebagian besar jalur pantura sudah 4 lajur,
    meskipun di beberapa titik masih bisa terjadi kemacetan,
    tetep waspada dan hati-hati selama dalam perjalanan mudik,
    semoga selamat sampai di tujuan,
    bisa berlebaran bersama keluarga…

  3. saya senang tulisan yg dilengkapi dengan foto

  4. kangmas ian : salam kenal m as, yang penting kumpul pas lebaran hehe
    dieyna : hayukkk :mrgreen:
    isdiyanto : iya mas bener, sekarang udah nyaman, persiapannya lebih baik dari sebelumnya
    miftah : pulang kemana mif?
    MT : wow 😉

  5. Kalo ngelewatin jalan pantura itu enaknya pas belum (atau bukan) musim mudik. 😀

  6. mas asop : bethul, sepi banget, leluasa naik mobilnya

  7. hmmm,,,enak banget ya bisa pulang 7hr sebelum lebaran, low q pasti 3hr sebelum lebaran, jd macet bgt.

  8. zenis : hehe enak donk, zenis mudik kemana? salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s