iNsOMniA (cerpen)

Hwaaaaa tak bisa kupejamkan mata ini. Terasa lama menunggu pagi. Huh sebel. Kenapa aku yang harus menanggung semua ini. Bapakku psikopat. Tapi aku yang malah menderita. Sejak bulikku membisikkan sesuatu di telinga bahwa bapakku sebenarnya psikopat. Aku yang tak tahu menahu masa lalu kedua orang tuaku menjadi berfikir. Lama-lama takut juga. Bukan takut kalo bapakku akan membunuhku. Tapi mamak, pikiranku melayang pada mamak. Bulikku bilang suatu hari bapak dan mamak bertengkar hebat, mengancam akan membunuh mamak. Untunglah tak jadi. Bapak membujuk mamak ikut ke puncak naik motor, nanti di puncak bapak akan ngebut dan bunuh diri. Jadi mereka akan mati berdua. Bapakku memang posesif, sifat posesifnya mejadi liar kalau sudah tersulut api cemburu. Padahal mamak tak pernah selingkuh, tapi bapak selalu yakin bahwa mamak selingkuh dan akan meninggalkannya. Padahal mamak akan meninggalkan bapak buakn karena itu, justru karena bapak terlalu menekan mamak dengan sifat posesif bapak. Kadang aku tak tega sama mamak, berkali-kali mamak bilang

“Aku mau tingalkan bapakmu Yun. Tak tahan aku begini terus, mamak mau pergi jauh.” Begitu katanya

“Buat apa? Kalo mamak meninggalkan bapak, justru bapak akan memburu mamak, apa mamak juga gak kasihan sama cucu mamak?kan mereka butuh neneknya. Berfikirlah lagi mak.” Ujarku

Wajah mamak terlihat lesu, kasihan mamak.

Maka aku bilang sama suamiku untuk tinggal saja di rumah orang tuaku, sekalian menjaga mamak, minimal mencegah terjadinya bapak yang semakin menggila. Memang tak enak tinggal di kompleks orang tua. Tidak bisa bebas mengurus urusan rumah tangga kami, apalagi anakku sudah 3. Hanay tersedia 1 kamar di atas tempat kami tidur. Untunglah anak-anakku terbiasa berdesak-desakan. Kata si bungsu malah enak, hangat, bisa memeluk kakak-kakaknya. Dan untunglah suamiku pun demikian. Tak banyak mengeluh. Mungkin sifat anak-anakku menurun darinya.

Nah sekarang giliranku. Giliran hidupku yang gak normal. Tiap malam kuterjaga. Mata sepertinya enggan mengantuk. Pikiranku selalu khawatir jangan-jangan bapak akan membunuh mamak ketika sedang terlelap. Apalagi sekarang sering ada berita di televisi, seorang suami membunuh istrinya karena cemburu. Aku pun jadi sedikit parno (paranoid-istilah psikologi-takut berleihan) sama berita-berita sore yang isinya pembunuhan. Ah hidupku semakin tak normal dari hari-ke hari. Seperti malam ini, sengaja aku tidur lebih awal dari biasanya, berharap mata segera terpejam setelah lelah seharian mengurus rumah tangga. Harapan itu ruapanya sia-sia. Suami dan anak-anakku begitu lelap tertidur sementara aku masih terjaga. Tolooooooooooooooong aku insomnia..

Iklan

22 responses to “iNsOMniA (cerpen)

  1. kata tokoh utama dia ndak bisa tidur, gimana caranya?

  2. ajakin ajah mamaknya maen catur….
    pasti aman….

  3. klo insomnia biasanya kebanyakan org num obt tdr,, tp ndie gak anjurkan itu…

    gmna klo baca buku pelajaran ajja,,kata org biasanya baca buku pelajaran gampang bikin ngantuk…^^

  4. hiks : masalahnya mamaknya tu gak bisa maen catur, bisanya maen masak2an :mrgreen:

  5. mb ndie : eh eh bener tuh kn matanya jadi sepet ya …resep jitu mb ndie

  6. hemm….blognya keren .. artikelnya juga….

    salam kenal… di tunggu kunjungan baliknya….

    thanks..

  7. hemm….makasih pujiannya y, hanya tempat untuk belajar nulis, sring berkunjung ya thx 😆

  8. Kalo mahasiswa pasti ceritanya bakal karena tugas, mikirin kiriman, dll 😀

  9. yoi bro, senasib, untung udah gak kuliah lagi hehe.kalo udha kerja mikirin kerjaan n lemburan :mrgreen:

  10. OOT:
    halo mbak yella pakabar, blogwalking dari bogor satu ke bogor lain nih…

  11. keren pisan blognya, mungkin Anda butuh software atau mau download film silahkan kunjungi http://abdoelcharies.blogspot.com/, semoga bermanfaat

  12. Ping-balik: iNsOMniA (cerpen) « Lebih Dekat dengan Alam - Kumpulan Cerpen

  13. wkwkwk aya aya wae, tapi gud gud, soal psikopat, w paling seneng tuh bikin ceritanya. misteryyyyyy

  14. hahaha namanya juga buah pikiran, sebebasnya bikin cerpen seperti yang kita ungunkan y win, cerpenmu juga fantastis

  15. aku insomnia… 😦

    …aku baru tau klo parno itu ternyata paranoid.. hahaha.. :mrgreen:

  16. mbaknya , liburan ini aku disuruh nyari 12 macam reaksi penggaraman -______- aku bingung apa aja . dicari di inet adanya cuma 4 -.-a trus disuruh pake masing” 5 contoh lagi -________________- bantu dimohon bantuannya

  17. insan : keknya di bukuku ada deh, cari di internet banyak san
    zenis : tengkyu, makasih dh berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s