irisan

aku menemukanmu di jalanan kehidupan. sendirian kesepian. wajahmu penuh dengan debu dan kotoran. tak tau tujuan. sungguh menyedihkan.. Lalu kita mengobrol bersama membuat lingkaran yang saling bersinggungan. secangkir teh pait hanyalah sebuah alasan agar kita duduk bersama. sejatinya bukan enaknya teh yang membuat kita berlama-lama … namun kedua lingkaran itu sudah saling bersinggungan membentuk irisan pikiran yang sama. aku dan dirimu. dua hal berbeda, dua dunia berbeda, namun rasanya seperti satu. aku melihat oase dalam hidupmu, dan kamu melihat oase dalam hidupku.

pikiran kita saling berlomba untuk memahami satu sama lain. seperti perlombaan detik dan menit menuju hitungan jam.hanya ada aku, kamu, dan kita…mereka hanyalah angin lalu saja. mereka tak layak menghancurkan pondasi kepercayaan yang telah kita bangun.

tiba-tiba hidup kita terasa meriah. cerah. bersemangat. gila. lepas. nyaris tanpa beban. namun tetap pada frame yang sudah kita sepakati.

 

Iklan

7 responses to “irisan

  1. ini rentang dia
    yang mengaku, Dieyna 😀

  2. gila syairnya mantaaap, “secangkir teh pait hanyalah sebuah alasan agar kita duduk bersama”…mantaaap

  3. @ pencerah : pastinya iya, sesama blogger jatuh cinta 😆
    @ alif : ehem…makasih sob, itu alasan yang akhirnya bikin gw memutuskan menikah 😉

  4. eng ing eng …
    ku tak ingin sendiri lagi …

    salam saya

  5. @ om NH : eing ing eng om trainer dateng, mo ngasih wejangan apa neh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s