menunggu dengan senang hati

Apa yang anda rasakan saat harus menunggu seseorang di suatu tempat di jam dan waktu yang telah disepakai namun dia tak kunjung datang? kebanyakan dari kita mungkin beranggapan pekerjaan yang paling membosankan, menjengkelkan, bahkan memuakkan adalah menunggu. Apalagi menunggu di tempat yang kurang nyaman.

Saya sendiri memiliki pengalaman yang banyak mengenai “menunggu”. Pernah suatu hari saya menunggu seorang teman di stasiun kereta selama 3 jam, dan kemudian dia membatalkannya. Pernah juga menunggu teman hampir satu jam tanpa alat komunikasi.  Tahukah anda bahwa menunggu adalah pekerjaan yang mengasikkan buat saya. Kok bisa?

Kalau kita cermati, menunggu memiliki waktu luang tak terbatas. Kita bisa mengisi waktu itu dengan kegiatan membaca, berdialog dengan diri sendiri,  membuat perencanaan sederhana, mengamati keadaan,memperhatikan kebiasaan orang, dsb. Dengan begitu waktu menunggu tidak terasa lama dan membosankan. Kebiasaan membawa buku bacaan atau buku tulis berukuran kecil kemanapun kita pergi akan sangat bermanfaat. Coba bandingkan jika waktu menunggu kita isi dengan kejengkelan dan pikiran negatif. Dijamin menunggu merupakan hal yang tidak mengenakkan. Mulailah memanfaatkan waktu yang mungkin akan terbuang sia-sia saat menunggu..

Iklan

9 responses to “menunggu dengan senang hati

  1. Mantaff.
    Langsung dipraktekkan

    silakan dicoba, gratis kok, hehe

  2. aQ mngkin org yg dtakdrikan sll menunggu..hahahah…di antr semwa tmn2Q, rasanya aQ yg sllu nunggu, bhkn nunggu pcr jg mbak yg jauhnya mnt ampun… nunggu..nunggu

    deket kok, deket di hati. Kan belom sampe luar negeri, tenang aja 🙂

  3. tidak hanya saat menunggu,
    kapanpun usahakan bawa buku,
    kecuali saat berkendara….

  4. Menunggu adalah pekerjaan yang paling BT

    so pelajarannya adalah …
    jangan sampai kita membuat orang lain menunggu untuk kita …

    bener om, saya usahakan tepat waktu 🙂

  5. wow, saya idem sama om NH

    idem laki2nya? :mrgreen:

  6. hoi hoi.. pemilik blognya.. wekekke.. apa kabar mbak yel? 🙂

    hoi hoi wong palembang…kabar baik ded, km sendiri gmn? dah lama ga ngeblog ya

  7. kadang seseorang merasa seperti kesulitan mencari waktu untuk rihat sejenak dari kesibukan, dan ketika mendapatkan episode “menunggu” dia tidak menyadari itu sebagai sebuah rizki, minimal rizki untuk rihat dari kesibukan yang bisa diisi dengan sesuatu yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s