Suatu hari di ruang kuliah

Ini adalah cerita yang akan ku ingat terus. Cerita 2 tahun lalu suatu siang di ruang kuliah Pengantar pendidikan oleh Prof. Mulyono, Fakultas Ilmu Pendidikan, Univ Negeri Jakarta, jam 14.00-15.30.

Dari sekian banyak mata kuliah akta, ini adalah mata kuliah favoritku. Aku selalu datang lebih awal dan duduk paling depan seperti sebuah gelas kosong yang siap diisi air. Kuliah dibawakan oleh seorang profesor yang pandai melucu dan menyindir sehingga membuat kami semua tertawa malu. Malu pada diri sendiri bahwa selama ini ada banyak salah persepsi terhadap dunia pendidikan. Ada banyak hal yang akhirnya membuatku berubah sejak saat itu.

Beliau menggali semangat kami yang terpendam oleh keangkuhan. Semangat yang harus dipunyai oleh seorang pendidik. Semangat yang tak boleh padam oleh rendahnya gaji yang diterima. Ya pendidik. Siapa sih pendidik? gurukah? orang tuakah?

Jika kita selama ini menganggap hanya guru dan orang tua saja yang pendidik, ternyata jawabannya salah. Menurut Prof. Mulyono, seorang pendidik adalah semua manusia yang profesinya bermacam-macam. Entah itu sopir angkot, karyawan kantor, PNS, CEO perusahaan, trainer, guru, dosen, dsb. Kita semua adalah pendidik. bagaimana bisa? kalo bukan kita yang mendidik anak kita, adik kita, saudara kita, lingkungan kita, lau siapa lagi? ternyata manusia dilahirkan sudah disertai embel-embel pendidik. Begitu manusia lahir ceprot, sudah dititipi Allah peran mendidik.

Emm,,lalu sudahkah kita menyadari peran itu sebagai bagian dari diri kita? Terkadag kita terlalu sibuk di kantor, amat sangat sibuk sampai tak sempat mengurusi anak, adik, kakak, keluarga atau lingkungan . Begitu pentingkah kesibukan itu sehingga kita sulit untuk mengambil peran sebagai pendidik?

saya tidak tahu persis, yang saya tahu hanyalah berusaha menumbuhkan semangat mendidik yang mungkin cukup sulit saya lakukan. Tegakah kita melewatkan betapa lucunya tahapan kehidupan yang diraih oleh adik, anak atau keponakan kita? moment-moment yang membahagiakan bila kita terlibat dalam proses pendidikan dan pertumbuhan mereka. Saya hanya berharap semoga majunya pendidikan tanah air Indonesia dimulai dari pedulinya kita akan peran seorang pendidik.

Salam edukasi..

Iklan

19 responses to “Suatu hari di ruang kuliah

  1. Ping-balik: Suatu hari di ruang kuliah | Blog Batam Cyber Island

  2. Terima kasih sudah mengingatkan Mbak Yella.

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    saling mengingatkan merupakan kewajiban kita sesama manusia pak rafki ๐Ÿ™‚

  3. Hallo… salam kenal dari Banjarmasin….. Link back yaa…

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    oke,,salam kenal rizky, dah aku link ๐Ÿ™‚

  4. bahasannya sebenarnya luas neh
    tapi saya komentari bagian siapa saja sebenarnya pendidik.
    kata dasar nya didik. memang benar mendidik bukan hanya di bangku sekolah atau kuliah. mendidik artinya membuat orang sadar, tahu dan mengerti akan suatu pandangan dan dapat menggunakkannya dalam kehidupan. jadi untuk dapat menjadi pendidik jangan pelit untuk membagi ilmu. mendidik bukan harus selalu memberikan nilai dan mengadakan quiz di akhir pertemuan. dimana dan kapan saja proses mendidik dapat di lakukan. tul kan dek yella.
    weh dah ah sampai di sini entar malah panjang lagi..

    padahal ini kan bagian yella. hahahhaha

    gpp mas satya, di sini bebas beraspirasi asal tidak manyinggung SARA, apalagi Sarah,,nanti mama biringnya marah,,hahaha,,btw betul bgt tuch opininya, kita ndak boleh pelit senyum,,harus ceria sepanjang hari,,ndak boleh marah-marah,,kan udah dikasih teh hangat ๐Ÿ™‚

  5. Mendidik anak bangsa adalah tugas yang sangat berat…

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    berat memang mba kalo sendirian, sama seperti sebatang lidi yang mudah patah, tapi sebatang lidi yang bersatu InsyaAllah bisa melakukan apapun, ๐Ÿ™‚

  6. thanks sudah diingatkan. bener, kadang kesibukan di kantor bikin kita pulang dalam keadaan ternganga, “hah, anakku sudah bisa ….”
    sukur kalo masih bisa menemukannya walaupun terlambat, kalo terlewat? rugi banget. ga bakalan bisa diulang soalnya…

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    itulah mba,,apalagi kita perempuan ya, kadang merasa bersalah kalo tidak mengikuti perkembangan anak :(,,

  7. setuju, pada dasarnya semua manusia adalah pendidik, cuma didikannya seperti apa?, tentu saja untuk hal yang baik dan ilmu yang baik berguna bagi manusia dan alam. Kita belajar mengayuh becak dari tukang becak (menurutku) dan belajar mendayung dan mengenal gelombang dari nelayan.

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    wah kalo yang ini saya setuju banget pak, makanya kita perlu juga belajar dari mereka, belajar dari siapa dan apa saja yang kita temui sebab kita tak atahu apa yang akan terjadi, pengetahuan tidaklah menjadi sia-sia

  8. mari lebih perduli pada pendidik negeri ini
    semoga kita juga bisa menjadi pendidik nyang baik di lingkungan masing3

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    amiiiiiiiiiin,,yu kita rapatkan barisan,,,(emang mau perang,hehehe)

  9. Kalo ada pendidik berarti ada terdidik. Kalo ada mendidik berarti ada dididik. Kalo ada didik berarti didik lagi ga ada di rumah. Mgkin didik lagi duduk krn men-dadak terjatuh dari sepeda punya dedek.

    Lagi mikir kemana-mana nih, jd ga konsen komennya … ๐Ÿ™‚

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    didik kemaren jalan-jalan sore ma aku,,,lagian sih didik dipirin, padahal didik gak mikirin kamu ๐Ÿ™‚

  10. mari mbak, sembari terus berusaha mendidik diri,, smoga kita juga bisa mendidik orang2 di sekitar kita … amiiin ๐Ÿ™‚

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    mari dek amel,,amiin,,dek amel mau mendidik saya juga? wah kesempatan emas neh jarang-jarang ada mujahidah muda yang mau mendidik seniornya,,,saya harus manfaatkan kesempatan ini ๐Ÿ™‚

  11. belajar itu sepanjang hayat… berarti mendidik pun begitu ๐Ÿ™‚

    *tumbennn komen begini* ๐Ÿ˜†

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    akhirnya bun2 yang asli mucul juga hehehe

  12. Baik bu guru………

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    iya pak guru ๐Ÿ™‚

  13. Pelajar sekarang sangat jarang minat untuk betul2 belajar itu dikarenakan pengaruh budaya barat yang betul2 menjadi virus di negara kita

    Salam kenal Mbak

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    bener niiiii? sebenarnya gak papa sih budaya barat masuk tapi yang paling menyedihkan adalah ketika budaya asing begitu merajai di negeri kita sampai-sampai kita asing di negeri sendiri,,sungguh mengenaskan :(, salam kenal ya mas

  14. yup
    hargai ilmu
    hargai guru

    semangat!

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    makanya A,,hargai guru ๐Ÿ˜€

  15. terkadang qt memang lupa, bahwa kebutuhan pendidikan untuk anak, adik, keluarga dan lingkungan kita….juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita.

    smoga bangsa ini lebih pandai dengan pendidikan yang tidak hanya di dapatkan dari sekolah, tapi dari lingkungan terutama….
    makasih mbak… ๐Ÿ˜€

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    bukan lupa, barangkali tepatnya lemahnya komitmen untuk mendidik ya,,sebenarnya kita punya waktu walau sebentar, tapi kalo ndak ada komitmen ya susah,,pendidikan akank kadang dititipkan ke pengasuh ato pembantu di rumah,,kasihan anak kalo begitu :), salam kenal ya mas

  16. aaaaah aku mo mendidik siapa yaaaaah?? ๐Ÿ˜‰

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    mendidik diri sendiri untuk mempersiapkan pernikahan ๐Ÿ™‚

  17. yo!

    ayo belajar!

    ayo mengajar!

    (^_^)v

    semangat!

    setidaknya sekarang aku sudah mulai agak lancar menulis. hwehehe….

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    duitnya lancar juga ya? hehe ..

  18. Salam kenal mba,saya baru tahu dari kesan mendalam mba tentang Prof.Mulyono.Sebelumnya saya tidak tahu siapa sang guru besar ini.Januari kemarin beliau menikahkan keponakannya dengan mba saya.Beliau pendiam dan saya tidak terlalu peduli amat.Thanks ya mba…Ternyata 4 bulan ini saya tidak menyadari kalau ada mutiara yang sekarang menjadi bagian dari keluarga saya..

    yang ngajar di UNJ bukan mba? waktu itu saya kuliah akta IV di Fak Ilmu Pendidikan, coba crosscek aja:) , orangnya baik, apalagi kalo ngajar, yang jelas beliau orang jawa mba ๐Ÿ™‚ makasih dah mampir

  19. Mba bisa kasih data tentang Prof.Mulyono yang dulu dosen mba itu ngak,siapa tahu salah orang he he he….Bukan orang yang saya kamsud,eeh…maksud.Kan malu saya…Maaf ya mba hehe…

    waduwh mba, saya ndak punya fotonya, maaf :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s