Enaknya jadi Freelance

Emang bener, masa depan adalah apa yang kita rencanakan atau kita inginkan di masa lalu. Sejak dulu aku selalu berusaha sekolah di sekolah negeri dari SD sampe kuliah. Soalnya kasihan sama ortu. Hasil raport di sekolah sebenarnya lumayan tapi aku tidak menikmati proses di sekolah. Banyak kebutuhan diriku yang belum terpenuhi di sekolah negeri seperti mengasah minatku di bidang sosial, intrapersonal dan interpersonal. Alhasil pelajaran waktu SMP yang bisa kunikmati adalah pelajaran-pelajaran muatan lokal seperti seni rupa, elektro, fotografi, tata boga, dan kegiatan ekstrakurikuler. Satu-satunya pelajaran yang ku sukai adalah geografi. Gak bikin bosen. Mau sekolah di luar negeri (sekolah terpadu maksudnya, πŸ˜€ ) gak ada biaya, ya sudah akhirnya mau gak mau harus lulus.

Ada sebuah cerita yang mengubah hidupku dua tahun lalu. Waktu itu lagi iseng maen-maen ke bursa kerja. Niatnya cuman ngisi waktu luang (duh jelek banget sih niatnya), datang pun cuman liat-liat stand yang nawarin berbagai lowongan. Ternyata di tengah stand ada seminar seputar kepribadian dan pekerjaan. Seorang praktisi Maximize your potential membuka pemikiranku untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kemapuan diri sendiri. Jangan memaksakan diri. Kalau kita bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan kemampuan kita hasilnya akan lebih maksimal. Bandingkan dengan bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan kemampuan, walaupun kita menyukai pekerjaan tersebut hasilnya tidak semaksimal yang diharapkan. Kemampuan kita berfungsi untuk memudahkan mengatasi hambatan dan masalah yang timbul di pekerjaan. Sebelum terlambat pindahlah ke pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. Sebelum penyesalan datang setelah bertahun-tahun kemudian. Jika baru mau melamar, pilihlah pekerjaan yang sesuai kemampuan, jangan terlalu dipikirkan apa kata orang lain. Asalkan kita memiliki konsep arah masa depan yang jelas, pekerjaan apapun tidak masalah.

Aku jadi inget profesiku sekarang. Kalo ditanya orang seringkali aku agak sulit menjelaskan. Suatu kali aku silaturahmi ke rumah teman, terus aku ditanya kerja dimana?

wah ini yang sulit ku jawab, keknya gak mungkin juga jelasin panjang lebar ke dia. Masalahnya aku memang memilih pekerjaan yang jarang diminati orang yaitu freelancer. Kebanyakan orang mengincar posisi di perusahaan atau rame-rame jadi PNS. Pantesan lahan kerjaan makin sempit, lha yang pencari kerja lebih banyak dari penyedia kesempatan kerja. Gara-gara Sejak kuliah aku minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang selesai dalam periode tertentu. Selain tidak terikat, aku pun dapat belajar mengerjakan apa saja sehingga kemampuanku yang lain akan terasah. Hal yang paling ku sukai adalah adanya mobilitas di sana. Pekerjaan yang terikat membuatku bosan dan jenuh. Ujung-ujungnya menurunkan kualitas kerja. Dengan freelancer, aku dapat beristirahat sejenak dari kejenuhan rutinitas. Kalau aku jadi pekerja kantoran yang setiap hari masuk sampe lembur segala,,,walah keknya enggak deh. Memang sih agak bingung juga setiap kali selesai liburan nyari-nyari kerjaan selanjutnya. Di sinilah tantangannya, setiap saat ku harus siap dengan segala pekerjaan dan kesulitan yang tidak bisa ku prediksi sebelumnya.

Tentu ini membuat keluargaku gusar. Mereka setiap saat menginformasikan lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan. Entah itu perusahaan asing, PNS atau apapun yang intinya kerja kantoran, katanya biar lebih bergengsi. Pernah suatu kali ada koneksi di perusahaan asing. Sampe sekarang aku belom juga memasukkannya ke sana. Hobiku adalah bekerja keras selama beberapa waktu, kemudian aku memutuskan berlibur setelahnya. Hang out sambil wisata kuliner. Untuk lebih menghemat biaya biasanya aku menginap di rumah saudara atau sahabatku.

Kalau tidak ada budget jalan-jalan biasanya aku cukup piknik di rumah saja ala psychocybernetics (ciptaan Dr Maltz, akan aku bahas di postingan selanjutnya) Ini semua untuk memenuhi kebutuhanku untuk mendengarkan orang lain, menjadi pendengar masalah-masalah orang lain, memberi motivasi, berbagi pengetahuan, dan menjalin silaturahmi. Hasil sharing akan menjadi sebuah tulisan yang aku percaya menjadi alat detoks ampuh untuk menjaga kesehatan psikologis. Menulis akan membuatku kenumpahkan segala emosi jiwa yang harus disalurkan. Apabila tidak disalurkan ia akan mengendap dan sewaktu-waktu muncul menjadi penyakit baik penyakit fisik atau psikis. Emosi harusnya disalurkan, bukan dipendam.

Pernah suatu kali aku hampir goyah bahwa pekerjaan freelancer itu tak menjamin masa depan. Kalau saja aku tak rajin dengerin pendapat para pakar motivator seperti Tommy siawira, Tung Desem Waringin, Safir Senduk, Mario Teguh, mungkin aku sudah menghabiskan waktu di sebuah perusahaan selama belasan tahun dengan rutinitas yang sama setiap hari. Dengan pekerjaanku yang sekarang penghasilan bisa diatur sesuai ritme kerja, waktu lebih fleksibel, sehingga jika keluarga membutuhkan bantuan aku bisa membantu sepenuhnya πŸ™‚

Apapun profesi dan bisnis kita, kesuksesan kita diukur dari seimbangnya antara pemasukan, tabungan dan pengeluaran. Setelah mengumpulkan informasi dari beberapa konsultan keuangan ternyata definisi kaya adalah seseorang yang sebagian penghasilannya digunakan untuk investasi (bisnis, saham) atau ditabung (deposito, asuransi). Seseorang dengan penghasilan besar dengan pengeluaran besar tidak dapat dikatakan kaya. Seseorang dengan penghasilan kecil namun mampu menyisihkan sebagian uangnya untuk investasi atau untuk ditabung maka seseorang tersebut dikatakan kaya.

Jadi ndak masalah kan kita mau jadi freelance atau jadi karyawan tetap, yang harus kita lakukan setelah menerima gaji adalah :

1. zakat profesi minimal 2,5% —-> jangan kuatirkan jumlah pemasukan yang kita terima, jika kita ikhlas dan kontinyu walaupun hanya sedikit, InsyaAllah Allah akan menggantinya dengan yang lebih besar, kalau butuh penyaluran zakat, ada banyak anak-anak tunas ilmu yang harus dibantu agar bisa bersekolah. Salurkan zakat setiap bulan pada orang yang tepat.

2. tabungan atau investasi atau tabungan pensiun macam asuransi

3. bayar cicilan

4. kebutuhan mendesak

5. kebutuhan keinginan

Let’s go changing

Lebih jauh tentang profesi freelance dan peluang bisnis InsyaAllah akan ada di postingan selanjutnya, tunggu tanggal mainnya

Iklan

27 responses to “Enaknya jadi Freelance

  1. wah ini tulisan jadi penyemangat. Terus terang gue jg bosen ama kerja yg gitu2x terus. Jam 6 pagi lebih dikit kudu harus berangkat. Jam 8 malem baru sampe rumah. Gitu terus tiap hari. Punya jg keinginan buat bisa kerja yg skalian melakukan hobby. Jadi bisa tetep fun mskipun menghasilkan duit.

    ditunggu nih tulisan berikutnya πŸ™‚
    hualahhh,,aku juga pernah kerja kayak gitu. dari jam 10 pagi sampe rumah jam 9 malem,,seharian itu ngomong terus,lha wong selain ngajar, aku jadi pengajar standby yang juga ngelayani konsultasi orang tua siswa ditambah nemenin siswa diskusi,,,,gaji? emmh,,,habis buat ongkos n beli pulsa, maem aja bawa dari rumah,,,sedih deh, akhirnya keluar, untung dikontrak cuma bentar πŸ™‚

  2. Ping-balik: Enaknya jadi Freelance | Blog Batam Cyber Island

  3. Kerjanya ya di rumah…atau jalan2 di mana-mana
    kerja di rumah, di luar rumah, kalo dah bosen jalan-jalan, hehe

  4. freelance emang enak
    ketagihan malah,,,:)

  5. iya mas enakkan gitu dari pada kerjaa di kantor bosen bawaannya enggak bisa enjoy kerjanya

    salam kenal
    mas? ato emas? wadoh mas sopo meneh iki,,saya dipanggil mas? lha wong cah ayune ngene pake jilbab ko dipanggil mas,,,huaaa, ga mau, ga mau,,,

  6. wah emang hebat πŸ˜€

    aku mau donk freelance πŸ˜€
    mau? beli donk,,hehe

  7. waaah sepertinyah taun depan sy jg berpikiran jd freelancer hehehehe,,,, πŸ™‚
    hoyeeeeeeeeee,,,

  8. free lance ya ???

    *thinking hardly* :mrgreen:
    ya iyalah, freelance sana sini

  9. *lg roliing eye mbak..

    weiks.. freelance , hmm… freewife pripun?? :mrgreen:
    maksud loh? gak ngelti

  10. ditunggu postingan “piknik dirumah” nya πŸ™‚
    otre bossss

  11. Siip….

    ditunggu terusannya mbak…. πŸ™‚
    aciiiiiiiik banyak yang nunggu aku nich? eh salah deng banyak yang nunggu postinganku,,,duh senangnya πŸ™‚

  12. enaknya Freelance tergantung jenis kerjaannya juga dek Yella.
    banyak orang bekerja bukan tujuan utama berdasarkan keahlian yg dimiliki tapi dimana gaji terbesar.

    sebenarnya istilah freelance hanya kepada waktunya saja ( atau kerja purna waktu ) tapi harus juga di kerjakan dengan penuh hati.
    iya Pak dosen, siap pak, saya akan kerjakan dengan sepenuh hati, apalagi disemangati ma Pak dosen,, emmmh makin mantaps deh :), jangan bosen ya

  13. wah… hebat lu , La!
    enggak mbak, biasa aja ko, cuman berbagi pengalaman πŸ™‚

  14. saya tunggu Ukhti , saya tunggu ya
    oke deh πŸ™‚

  15. kerja freelance..??

    ngerjain apa aja maksudnya..???

    cerita juga dong, kerjaannya yang udah2… sekalian lowongannya.. πŸ™‚
    lah? di freelance gak buka lowongan tuh,,,kudu pinter2 nyari πŸ™‚ ceritanya ada di posting selanjutnya, don’t miss it

  16. hmm .. freelance = jaringan yang kuat, kreatifitas, willingness to learn and learn dan open minded ..

    jadi keingetan, saya juga sedang menuju kesana .. insyaallah ..
    ayo sama-sama menuju puncak, keluarkan bangsa ini dari keterpurukan πŸ™‚

  17. enak jadi freelance..
    setuju banget, ???
    lebih fleksibel diwaktu
    secara kita kan cewek gitu, gak kudu ngantor kan? lam kenal ira, sering mampir ya πŸ™‚

  18. yah..
    klo waktu nya senggang, jd freelancer emang enak tuh..
    dapat gaji tetep plus uang tambahan..

    klo aku sih uang tambahannya dari bisnis aja deh..
    πŸ˜‰
    bisa darimana saja kang, tergantung individu masing2. karena saya perempuan, saya pengen ada banyak waktu buat keluarga, jadi saya pilih feelance saja, semoga kita sama-sama sukses ya kang,,,bukan berarti jadi karyawan itu jelek ya,? πŸ™‚

  19. hiduppppppppp

    ada yg masuk top post nehhhh yg temanya
    ” Enaknya jadi Freelance ” blog siapa ya
    hidup juga,,,:), hehe yang jelas blog siswa bimbingannya Pak Satya doooonk πŸ™‚

  20. Freelance sekarang identik dengan MLM. kalo mbak ?
    ada benarnya, tapi saya kerja dan bisnis secara freelance, lihat postingan selanjutnya pak, oek, makasih dah mampir πŸ™‚

  21. HHmm …
    Free lancer juga pekerjaan lho Bu ..
    So jangan pernah anggap remeh …

    malah gaji perjamnya bisa lebih besar jika kita free lance

    Aku pun cita-citanya pingin jadi Trainer Free Lancer lho …

    Sumpah
    percaye om NH, kan saya dah baca postingan om NH,,hehe

  22. Hidup fee lancar…eh, free lancer πŸ™‚
    setuju fee lancaaaaaaar πŸ™‚

  23. nggak selamanya jadi freelance enak πŸ˜€

    >>>>>>>>
    πŸ™‚

  24. wah berhubungan sama salah satu postingan ku nih, numpang kasih link ya πŸ™‚

    http://www.supermance.com/menjadi-bukan-diri-sendiri/

    nice post btw πŸ™‚

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    hhmmm boleh,,aku juga udah ke sana,,bagus banget tulisannya, inspiratif πŸ™‚

  25. Menurut saya kerja yang enak itu mungkin kerjanya pak bondan kali … jalan2… makan2… masuk TV… dibayar…
    *maknyus… * :mrgreen:
    …. salam kenal…..

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    bukan masuk TV-nya yg enak mas, tapi makan2 gratisnya itu loh plus jalan2 gratis, digaji lagi,,
    lam kenal ya mas, thx dh mampir πŸ˜€

  26. freelance!!! suatu cita-cita yang lagi dibangun. kalo udah kesampaian saya akan teriak sekeras-kerasnya, merdekaaa….
    saya sudah mampir, silahkan berkunjung. salam kenal.

  27. hehe sama kayak gw, jadi programmer freelence, ada enak nya kadang ada juga gak enak nya, enak nya kalo pas dapet project gampang harganya MAHAL, gak enaknya kalo pas dapet project susah duit nya kecil. Tapi tetep enjoy aja POKOK NYA HIDUP FREELANCE!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s