Indonesia masih ada

Kabar baik datang dari teater TANAH AIR. Teater anak pimpinan Jose Rizal Manua, rencanyanya akan mengikuti festival teater anak internasional 10th World Festival of Children Theatre di Moskow tanggal 17-25 Juli 2008. Sebelum berangkat ke Moskow, teater TANAH AIR menyapa anak-anak Indonesia di Taman Ismail Marzuki tanggal 13 dan 14 Juni pukul 20.00

Dengan tiket Rp 40.000,00 per orang, saya menikmati pagelaran selama 75 menit. Drama yang berjudul “PEACE’ menceritakan tentang anak-anak Raksasa Gimbal yang sedang bermain di hutan. Mereka sangat menyayangi hewan dan tumbuhan di sana. Kehidupan hutan sangat tenang dan damai. Di hutan itu hidup dinosaurus Tirex yang sedang bertelur. Telur dinosaurus ditinggalkan ibunya menjadi incaran pemburu jahat. Anak-anak raksasa gimbal merasa iba dengan si telur. Setiap hari mereka menjaga telur sambil bermain di hutan. Tiba-tiba seorang pemburu jahat datang.

Si Pemburu hendak mencuri telur untuk dijual dengan harga yang sangat mahal. Dengan menjual telur itu ia akan menjad kaya raya. Pencurian sempat digagalkan oleh anak lima benua. Anak lima benua merupakan segolongan anak pecinta lingkungan dengan semboyan yang lemah ditolong, yang bekerja keras disokong. Namun, si pemburu dapat mengelabuhi anak lima benua. Terpaksa telur jatuh di tangan pemburu. Anak raksasa gimbal datang menyelamatkan telur. Akhirnya telur dapat diselamatkan dan menetas jadi anak dinosaurus Tirex.

Pementasan yang juga dihadiri kak Seto ini banyak memuat pesan moral untuk anak-anak untuk mencintai hutan agar tidak rusak oleh ulah orang-orang tak bertanggung jawab. Tumbuhan dan hewan adalah teman-teman kita. Mereka sama seperti kita, harus dijaga dan disayangi. Anak-anak juga dilarang mengkonsumsi MSG dan fast food agar otak tidak rusak dan bisa digunakan berfikir maksimal, agar kita tidak dibodohi oleh orang-orang asing yang ingin menguasai hutan kita. Setelah menyaksikan drama tersebut, saya makin yakin bahwa Indonesia masih ada. Masih banyak orang Indonesia yang menyesal tinggal di Indonesia, merasa malu karena tidak seperti di negara-negara tetangga. Teater Tanah air adalah salah satu contoh pembangkit semangat ke-Indonesia-an melalui seni. Semangat ini hendaknya lebih disuntikkan untuk generasi muda pemberharu bangsa.

Prestasi Teater Tanah air :

  • The Best Performance dan meraih medali emas di The Asia Pacific Festival of Children Theatre 2004, yang diadakan di Toyama, Jepang. membawakan lakon yang berjudul Bumi Ada di Tangan Anak-anak karya Danarto.
  • meraih 19 medali emas di seluruh kategori termasuk dua kategori paling bergengsi: penampilan terbaik dan sutradara terbaik pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9, yang diadakan di Lingen, Jerman. Pada festival ini Teater Tanah Air membawakan lakon yang berjudul Wow karya Putu Wijaya.

Iklan

42 responses to “Indonesia masih ada

  1. jadi anak muda memang harus bersemangat…dan sebuah negara kan terlihat dari bagimana generasi mudanya – salut juga buat anak – anak negeri , semua bidang, semua ilmu..
    bener tuch,,malah adek2 kita banyak yang menang olimpiade sains internasional,,,

  2. di Indonesia lebih banyak anak-anak yang punya prestasi. pemimpin kita malah sibuk ngurusi kedudukannya bukan membuat prestasi.
    jadi pengin jadi anak-anak lagi, soalnya dulu belum punya prestasi….
    yang bekerja keras kita sokong,, yang lemah kita tolong,,:)

  3. Mlm ini kpala berasa pusing x. Udh sjak bbrp hr sbnrnya. Pa krn daku kna pngaruh MSG dlu d wkt kcilku y ๐Ÿ˜•
    *duh,kcian dh gw jk btul gtu*
    ha itu sih pusing karena mikirin soulmate kale,,,hehe,,:)

  4. Dah lama nih, ngga nonton pertunjukan teater di TIM ๐Ÿ˜ฆ
    bulan november selama sebulan nonton pagelaran gratis, drama, musik, dll…tunggu aja ๐Ÿ™‚

  5. Coba para orang tua yang sering mbawa anaknya ke restoran cepat saji disuruh nonton pertunjukan itu…

    BTW, prestasi TTA keren juga ya? Waw… ๐Ÿ™‚
    iya donk, makanya itu kita harus angkat topi untuk perkembangan dunia seni tanah air, mereka terkenal di luar negeri,,masa di negeri sendiri gak disukai? kapan2 nonton lagi yuk? ๐Ÿ™‚

  6. yah, tentang dinosaurus. aku baru aja mo posting tentang dinosaurus. ditunggu, ya. hwehe…

    (^_^)v

    dah lama ga liat pementasan teater.
    liat donk, datang ke tim di bulan nove,,rame deh,,ga pake bayar,,mulai dari pagelaran lokal sampe internasional

  7. Pasti bagus banget pementasannya….
    Sadar lingkungan dan banyak pesan moral
    bener bgt,,nyesel deh yg ga nonton, ak ja pengen nonton lg kpn2

  8. @ Yella-chan:
    Hah?!
    Pusing karena mikirin soulmate?
    Wah, wah… Offensive respond detected :mrgreen:
    muaaf hyo-chan,,,,cuman becanda ๐Ÿ™‚

  9. @ Yella-chan:
    It’s okay Sist; feel free… ๐Ÿ™‚
    Btw, according to Wikipedia:

    Chan (ใกใ‚ƒใ‚“, Chan) is a diminutive suffix. It is an informal version of san used to address children and female family members. It may also be used towards animals, lovers, intimate friends, and people whom one has known since childhood. Chan continues to be used as a term of endearment, especially for girls, into adulthood. Parents will probably always call their daughters chan and their sons kun, though chan can be used towards boys just as easily. Adults may use chan as a term of endearment to women with whom they are on close terms.

    Saya jd pipi-merah-dot-com pas sadar dpt panggilan “chan” ๐Ÿ˜€
    Ya tapi ga pa pa, dikatakan di atas, it’s okay…
    And then…

    Chan can be considered a feminine mode of speech in that it is used mainly by, or towards, females. Its pattern of usage is similar to using “dear” when addressing someone in English. Males would not use chan when addressing other males…

    Nah, tuh, “dear”… ๐Ÿ™‚
    ya deh hyo-san maaf ya,,duh salah lagi,,

  10. Ah, afwan…
    Compiler_mode saya kumat lagi tanpa sadar…
    *n juga ga berencana utk nyampah/hattrick loh ๐Ÿ˜€ *
    iya ga usah pake rencana tapi udah kejadian ๐Ÿ˜€

  11. saya sering liat theater.. tapi theater temen saya..
    theater emang rame banget..
    *hah* ga nyambung ya?!!!
    iya rame kalo nontonnya teriak2,,hehe,,ya bisa nyambung ko, disambung2in aja ๐Ÿ™‚

  12. Alhamdulillah masih ada… Indonesiaku.
    masih dooonk,,

  13. Sebenarnya banyak potensi terpendam yang kita miliki selaku bangsa yang besar. Namun, potensi ini kebanyakkan tenggelam oleh ulah segelintir orang yang ‘biadab’ di negeri ini.
    kalo dipikir-pikir bener juga ya Pak, yuk kita mulai sekarang menghargai karya anak bangsa

  14. Ceritanya kok nyolong telur tow..
    gak enak sama Hangga Lho..

    Tambah tambah ada tyrex-nya…
    nambah gak enak sama bunnnnnn
    pakde,,jangan ngomongin orangya disini,,nti kupngnya merah lo…:)

  15. nonton kok gak ngajak-ngajak la…?
    lha jauh E?

  16. Maju terus seni Budaya Indonesia!!!
    majuuuuuu trs,,,

  17. wah jadi inget para anak kita yg dicekokin budaya idol2x-an ga bener. Impiannya cuman satu, jadi artis, hidup glamour, dsb. Kyknya cara di posting-an kamu lebih bagus. Penekannya pada mempelajari kehidupan dgn seni.
    alhamdulillah ak hidup di lingkungan orang2 pecinta seni,,ternyata seni bisa jadi alat yg canggih untuk menyebarkan pesan2 positif

  18. yang pasti, indonesia emang masih ada!!
    (gbaca postingan, cuma ngomentarin judul ๐Ÿ˜† )
    presty,,kebiasaan,,baca judul ma liat gbr doank,, ๐Ÿ˜€

  19. satu lagi ah, biar genap lima..
    terus ga pa2 ko,,sampe 100 deh

  20. eh, lima kan ganjil, ya?
    jadi enam deh biar bener, genap..
    ๐Ÿ˜†
    bener ne cuman 6? ga nyesel?

  21. eh, dateng lagi, deh..
    ๐Ÿ˜†

    *ternyata emang nyesel cuma 6 :mrgreen: *

    sepp,,

  22. *baru mbaca postingannya*
    *soale habis dijitakin bu guru gamau mbaca postingannya ๐Ÿ˜ฆ *

    *manggut2 sok ngerti :mrgreen: *
    bu guru BP kan? ๐Ÿ™‚

  23. btw, pasti lucu2 bgt yang main theaternya…

    jadi inget kemaren nemenin ponakan yang pentas di acara tasyakurannya TK Al-Azhar.. nggemesin banget!!!
    *kalah nggemesin deh, presty.. ๐Ÿ˜† *
    tumben presty kalah ma anak TK

  24. three, kapan presty diajakin liet theater??
    dibayarin, tho? cuma 40rebu doang kok…
    :mrgreen:
    ih sebel,,salah nyebut nama

  25. eh, kog three?
    :mrgreen:

    maapkeun, mba yellaQ sayang..
    sambil blogwalking k t4 three juga soale…
    ๐Ÿ˜†
    dimaapkeun,,

  26. dimanapun presty ttp rusuh … jangan ikutan theater loh pres, ancur ntr panggungnya ๐Ÿ˜†
    mending diajak maen bola aja deh ๐Ÿ™‚

  27. wah aku belum pernah liat theater kaya gitu…
    dream theater aja cuman liat videonya ๐Ÿ˜€
    halah,,

  28. artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    pendidikan terhangat
    “Artikel anda di infogue”

    anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!
    makasih infonya,,

  29. anak-anak!! jangan mau percaya!!! dinosaurus punah jutaan tahun sebelum munculnya manusia pertama… *kabur digebukin ama anak-anak seluruh dunia*
    ichaaaaaaaaaanx

  30. Wah seru banget kayaknya…
    Jadi pengen nonto yang beginian…

    Biasanya cuma nonton Bioskop..
    Hehehehe…

    Kapan ya ada lagi???
    kaciaaaan deh,,makanya datang ke Taman ISmail Marzuki,,kalo mau gratis datang bulan november, selama sebulan penuh, nonton pertujukan gratis tiap hari dari siang sampe malem

  31. Salam
    Bangkit itu mencuri..mencuri perhatian dunia dengan prestasi… ya moga ini bisa dibilang indikator bangkit setidaknya dari sisi seni dan budaya ya ๐Ÿ™‚
    bisa jadi,,:) sekecil apapun perubahan harus kita hargai

  32. anak2 Indonesia itu sebenere pinter2 kok…

    tinggal menyingkirkan rasa “malas”nya ajah ๐Ÿ˜ฆ
    makanya bun, jadi guru mesthi tau kapasitas anak,, hualah ,,opo kuwi ๐Ÿ™‚

  33. we, padadasarnya anak – anak Indonesia itu hebat2, cuma pengARUH buruk orang dewasalah yang kadang2 membuat anak menjadi buruk. Apalagi TTA , wow mereka hebat apalagi diasuh oleh Bang Jose. Inovatif dan terus peduli akan perkembangan anak.
    Beliaulah yang mengarahkanku untuk peduli akan anak, khususnya di seni Teater dan menginspirasikanku untuk berkarya lebih.
    Maju terus Bang Jose, Maju terus TTA
    weh bener banget tuh, betewe dirimu anggota TTA juga ya, wah hebat,, keren euy,,

  34. aku bukan anggota TTa, tetapi pelatih Teater Anak juga.
    weh,,,keren loh,,,teruskan semangatmu,,ak juga hidup diantara para pecinta teater dan seni ๐Ÿ™‚

  35. punten teh, indonesia memang masih ada dan punya banyak harapan.
    kami relawan TReNDI, ingin memperkenalkan bloger yang akan menjadi walikota Bandung,

    http://taufikurahman.wordpress.com
    http://taufikurahman.com

    DARI BLOGER UNTUK PERBAIKAN KOTA BANDUNG
    mari bergabung dengan arus besar POLITIK PERBAIKAN dalam PERBAIKAN POLITIK menuju politik mensejahterakan masyarakat.

    http://trendibandung.wordpress.com

  36. Adik Saya Mau Gabung di Teater Tanah Air…
    GmN CaRanya…???

    MinTa iNFo SeLengKaP2nya…!

    Thxb4

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    caranya datang langsung ke Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Masuk gerbang TIM terus ke dalam sampai area Planetarium. Lurus terus ketemu bioskop 21 (Twenty one) TIM, Nah markas Teater Tanah Air ada di sebelah kanan 21, yaitu toko buku Jose Rizal Manua. Kalo nyasar tanya aja sama orang-orang dekat situ, pasti tau ๐Ÿ™‚

  37. boleh saya tau kapan pagelaran teater di TIM lagi?? bang yos??

    wah biasanya sih bulan november itu di TIM ada segala rupa pertunjukan seni,,gratis. ada pula yang bayar. yang gratis di halaman TIM, yang bayar di dalam gedung lokasinya dekat temopat latihan teater anak tana air

  38. teater tanah air apa ada buat yang seumur saya?? umur saya 26 thn

    maaf mas, setahu saya, teater tanah air itu judulnya begini
    TEATER ANAk TANAH AIR,,kalo ayng dewasa khusus ada kok, banyak di jakarta,,,coba gugling saja, semoga bisa membantu ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s