Diam

saat ini aku terdiam seribu bahasa

dengan berjuta pikiran bersautan

saat ini

aku hanya ingin diam

diam

hanya diam

membiarkan keadaan memahami perasaanku

lelah dengan suara-suara yang menyibukkan

inilah saat yang tepat untuk diam

menikmati lambatnya waktu berjalan

saat-saat paling intim dari diriku

untuk berusaha mendekati-Mu

dengan diam

dan membiarkan semua terjadi di luar sana

tanpa kontrolku

Iklan

20 responses to “Diam

  1. cuma sedikit orang yang bisa diam dengan benar benar diam

    ah…

    mahal itu sekarang!

    selamat diam

  2. # mba natazya : betul mba, mari sini diam di samping saya….

  3. Banyak orang berfikir Allah SWT berada jauh di atas sana,
    Banyak orang yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya
    Padahal Dia seringkali berkata “Aku Sangat Dekat, Bahkan lebih dekat daripada urat lehermu”
    Namun sungguh sayang, kita masih saja mencari-Nya jauh di luar sana, bahkan sampai ke luar angkasa
    Mungkin karena terlalu dekat, kita jadi abai kepada-Nya
    Sehingga sulit untuk mengenali-Nya
    Memang Dia terhijab dari mata
    Tapi tersingkap dalam batin
    Sungguh amat rahasia….

  4. Memang semua yang terjadi di luar sana berada di luar kontrol kita selaku manusia. Tapi sebenarnya kita memiliki kontrol penuh terhadap respon yang kita pantulkan kalau sesuatu yang diluar kontrol kita itu mengenai kita.

    Kita punya kuasa penuh untuk tertawa jika kita ditimpa kesedihan.
    Kita bebas memilih untuk melonjak kegirangan bila kita ditimpa kesialan.

    Apa yang menjadi rahasia sebenarnya adalah bahwa kita ini ibarat pemancar gelombang frekwensi ke alam semesta.
    Apabila kita berfikir sial maka memancarlah kesialan ke alam semesta, dan akhirnya kita akan sial sepanjang hari.
    Apabila kita berfikir sukses maka memancarlah berita kesuksesan kita ke alam semesta, dan kesuksesan itu akan segera menghampiri kita.

    Kita adalah apa yang kita fikirkan.
    Bahkan Allah SWT pernah berkata: “Aku adalah apa persangkaan hamba-hambaKU kepadaKU”
    Satu rahasia lainnya.

  5. sulit sekali mencari suasana tenang. terkadang diam adalah jalan terbaik untuk mencari jati diri. Jati diri yang mulai mengikis karena terlalu mengikuti trend gaya kehidupan dunia global. tak selamanya menjadi orang lain lebih menyenangkan daripada menjadi diri sendiri. BE YOUR SELF!

  6. # Pak RAfki : wow mantap kali pak komentnya,,,ternyata pak rafki jago filsafat, psikologi dan sastra juga ya? jam terbangnya dah tinggi,,makasih pak dah sharing,,,memang betul,,saya adalah apa yg saya pikirkan,,,jika saya sedang ditimpa musibah tapi yg saya pikirkan adalah sebuah hadiah dari Allah untuk melatih kesabaran kita, maka yg kita dapatkan adalah kesabaran,,,apabila yg kita pikirkan kesedihan maka kita terlihat sedih
    # Bunda menik : saya dah kunjungi balik ke saung
    # aya : kadang melelahkan terlibat dalam hiruk pikuk kehidupan, kalau saya lagi gak bisa pergi jalan2,,dan butuh refresing ya udah diam sejenak,,,merefreskan diri,,,setuju bgt ma aya

  7. diam bukan berarti tak berpikir
    diam bukan pula tak bernyawa
    diam hanyalah sikap tertentu
    yang bisa membuat kita menjadi baik

    diam lah engkau sambil bertasbih
    diamlah engkau sambil berzikir
    diamlah engkau sambil membaca azmaul husnah
    diamlah engkau sambil bertakbir

    sungguh semuanya akan menjadi lebih baik.

  8. gambarnya bikin adem…hmm pengen deh jauh dr kebisingan kota yg bkn penat untuk bbrp saat… truz nulis banyak2 ttg kegalauan hati (wallah)…hehehe,emangnya hatiQ lagi galau??
    *geleng2 kepala*

  9. Jenuh mbak dengan keriuhan yg terjadi di luar? Riuh yg menjemukan, terutama saat semua terlihat sama, seragam. Berita tv, radio, surat kabar, ah menjemukan. Gak ada yg menarik dg prestasi dan inovasi. Benarlah, diam menjadi lebih bermakna.

    blog mbak yella sdh saya link

  10. # febra : hatiku jadi tersentuh dengan puisimu,,,
    # sarah : gambarnya itu ditengah hutan yang masih dilalui kereta,,,sejuk ya? mak nyes ngeliatnya,,pas banget kalo lg galau ngeliat gambar itu ya,,
    # Pak Zul : kadang2 berita di tv maupun iklan bikin sumpek, gak imbang antara berita baik sama berita buruknya,,,harus diimbangi nonton channel discovery biar fresh,,ato sementara tdk liat tv dulu,,,kita silaturahmi kopdar WP,,semoga ketemu sama teman2 di Bogor,,sudah saya link jg Pak,,makasih dah mampir

  11. dosen saya pernah bilang gini:
    diam itu sama dengan idiot

    entah lah 🙂

    ya iyallah, secara mahasiswanya waktu ditanya apa materi sudah jelas?
    gak ada yang jawab, kasihan bgt tu dozen

  12. Ping-balik: Mengenai Kopdar 27 April Besok « SaUnG BuNdA …

  13. Tidak ada manusia yang benar2 dian dalam arti yang sesungguhnya layaknya benda mati….

    Kecuali fotonya yang diam…

    Salam kenal…
    salam kenal juga yah, setuju banget

  14. mbak, ngomong dong jangan diam aja …
    *kaburrrrrrrrrrr*

    lho kok kabur? baru mau ngomong

  15. diam itu mahal. sekaligus sendu

    sendu = seneng duit?

  16. mengapa saat berhadapan dgn Allah kita merasa tak berdaya ? tapi mengapa kita kadang berani membantah ucapanNya (yg dilapazkan melalui bibir nabi-Nya ? oh mengapa…mengutip kamu :

    saat-saat paling intim dari diriku

    untuk berusaha mendekati-Mu

    dengan diam

    dan membiarkan semua terjadi di luar sana

    tanpa kontrolku

    saat iman sedang turun, serasa jauh dari Allah, makanya diriku berusaha mendekat lagi pada-Nya

  17. dik2 kok bisa y? 😆

    ya bisa donk, kan pake ‘a’ , kalo pake ‘u’ jadinya bisu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s