warning

Jumat malam sehabis pulang kerja, saya buka emai, sambil liat message offline, tiba-tiba teman saya mengirim warning seperti ini :

PEBERITAHUAN! Segala pelanggaran di jalan Raya baik naik motor/mobil ” JANGAN ” MINTA DAMAI, MEMBERI UANG, BERARTI MENYUAP ( Biarpun Polisi Tawari Damai Karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN ) “Lebih baik minta di tilang nanti di urus di pengadilan” INI instruksi Kapolri kepada jajaran polisi – Bagi POLISI yg bisa membuktikan warga yg Menyuap, Polisi – Dapat Bonus Rp. 10jt /warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun. PENTING!!! HARAP jangan MAIN2….Info tsb banyak yg tidak Tahu. Jadi Polisi cari2 KELEMAHAN / KELENGAHAN kita biar Menyuap. DI JKT/SBY sudah banyak yg kena Jebak karena TIdak tahu Instruksi Ini. PLS infokan berita ini ke Siapa saja yg Anda Sayangi. Salam Damai & Sejahtera, TQ

saya bengong sendiri. berulang kali dibaca, kok rasanya masih ada yang mengganjal. bener gak sih? menurut teman2 WP gimana ya?

Iklan

11 responses to “warning

  1. hi juga,

    waduh..keknya kamu rada telat tahu ttg ini, hehehe 😀

    hati2 aja intinya..cek stnk dan sim klo mau berpergian 🙂

    btw..bener nih namanya january? 😀

  2. Ini sih kayaknya hoax, meskipun belum terbukti kebenarannya.
    Mau mencoba? 😀

  3. # febra
    oo gt ya…iya nih baru tau. ketinggalan informasi. saya sih
    lebih suka naik kendaraan umum, daripada bawa sendiri.
    iya saya yella si januari,,,hehe 🙂
    muakasih ya mampir di blog saya

  4. # koko
    silakan koko coba dulu deh,,,saya liat hasilnya…gak hobi
    naik kendaraan ndiri. lam kenal, makasih dah mampir yaw

  5. Tak mungkin, tak mungkin itu mbak. Memangnya Polisi dapat anggaran dari mana?? Buat menggulung kejahatan aja dananya masih kurang, apalagi dana untuk memberi hadiah bagi polisi yang berhasil menangkap orang yang menyuap Rp 50.000 atau Rp 100.000. Tak masuk akal.

    Barusan saya juga dapat email kira-kira bunyinya begini:

    1. Plastik menjadikan makanan lebih crispy.
    2. Jangan2 plastik dijadikan syarat sebagai “bumbu” tukang gorengan.

    Saya pribadi pernah melihat tukang gorengan menuangkan minyak dengan plastiknya (tidak seluruh kantong plastik dimasukan), tapi hanya ½ nya, pada saat mobil berhenti karena macet, sambil bingung. Tidak taunya….o…pantesan gorengan yang dipinggir jalan enak, dan jika kita coba membuat gorengan dengan bumbu yang lebih banyak dirumah, rasanya tidak semantap yang beli dipinggir jalan.

    From: Luki Lestiowati

    Menurut mbak Yella, apa memang masuk akal dan ilmiah kalau plastik bisa bikin crispy gorengan?

  6. # mas Rafki
    lama gak jumpa ya mas, makasih dah mampir lagi
    soal warning itu, saya masih meragukannya sampai
    sekarang. kita nantikan berita dan warning-warning
    selanjutnya. oke?
    wealah, ada lagi berita menarik dari mba Luki,
    menurut pengetahuan yang saya miliki, gak mungkin
    mas, itu gak ilmiah, hanya pendapat pribadi dan
    mengira-ngira saja. Mengapa sampah plastik dipisahkan
    dari lainnya karena hanya plastik yang waktu perurainnya
    paling lama yaitu mencapai 1000 tahun. Makanya plastik2
    sekarang kan baunya gak enak toh? lha wong itu daur
    ulang. Dari pemulung, plastik dibeli terus di daur ulang
    lagi. 10 tahun dari sekarang, coba bayangkan plastik
    generasi sekarang sudah mengalami daur ulang berapa
    kali ya?
    bahaya plastik daur ulang mudah terurai jika kena panas. ini bisa masuk dalam pernafasan kita. kabar buruknya, molekul berbahaya dari plastik bukan molekul plastiknya tapi molekul zat lain yang terbawa saat proses daur ulang, misalnya logam berat dan racun. lihat bahaya mainan plastik untuk anak https://yellashakti.wordpress.com/kesehatan/mainan-aman-untuk-anak

    soal memasukkan minyak bersama plastiknya, itu biasa terjadi. Ceritanya tukang gorengan gak repot membuka plastik minyak, makanya untuk mengeluarkan minyak dari dalam plastik cukup mudah, yaitu saat wajan sudah panas, masukkan minyak beserta plastiknya, nanti plastik akan mengkerut karena terkena panas dari wajan. kalo sudah mengkerut minyak akan tumpah di wajan. mudah kan?

    pengalaman ini saya dapatkan sewaktu liburan di rumah tante di desa. ibu-ibu di sana kerapkali menggunakan cara ini. pertama lihat saya juga terheran-heran. ternyata saya kampungan,,hehe,,

  7. yup saya juga baca email di atas
    tapi saya belum pernah membuktiannya
    ngga ah

  8. berhati-hati itu lebih baik , mencegah lebih baik daripada sudah kejadian , betul ?
    jadi , berhati-hati sajalah , mana tau

  9. # mas achoey
    makasih dah mampir ya,,,mau buktikan yang mana mas?

    # realylife
    akhirnya bisa juga ngeklik blog saya, makasih dah
    silaturahmi

  10. Ajakannya walau kelihatannya bohong, ada baiknya. jadi ambil sisi positifnya aja.

    ok, salam

  11. oke Pak Zulmasri, begitu lebih baik ya Pak…
    gak ada salah nya waspada seperti kata realylife
    salam kenal pak, makasih dah mampir, mampir lagi ya Pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s