Fitna tidak perlu ditanggapi berlebihan

Sedih rasanya lihat berita di metro tv. Rabu malam, 2 april 2008. Mahasiswa yang entah dari universitas mana bertindak anarkis menyerang kedutaan Belanda di Indonesia gara-gara film fitna. Seharusnya kita tidak perlu marah berlebihan. Toh sudah jelas maksud dari si pembuat film. Bukankah kalau kita marah sama dengan membuat mereka senang? Tujuan dari pembuatan film tersebut memang untuk membuat umat islam marah. Sudahlah, bersabar saja. Toh banyak pekerjaan di negeri ini yang belum selesai.

Itu loh masalah kelaparan dimana-mana, sampe ada yang meniggal. Terus pemerintah malah mau mengekspor beras segala. Mahasiswa-mahasiswa itu mbok ya sedikit Bantu pemerintah. Jangan Cuma demo aja. Pemerintah kan gak bisa kerja sendirian. Bikin proyek berbasis masyarakat ato pendidikan kan bisa, misalnya masalah kekurangan guru SMK bisa diatasi dengan proyek KKN mengajar di daerah terpencil. Memang tidak semua orang bisa ngajar. Tapi dengan niat baik, InsyaAllah kesulitan apapun bisa diatasi.

Kembali ke Fitna lagi, coba kita renungkan ayat berikut :           

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan kepadamu), ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakkal.”

            (Al-Maidah ayat 11)

Ingatkah kita pada kisah Rasulullah SAW saat orang-orang kafir melemparinya dengan kotoran hewan dan meludah di muka Rasulullah? Saat itu Rasulullah hanya tersenyum, membalasnya dengan doa yang baik. Begitulah kita seharusnya. Justru inilah saat terbaik untuk umat islam menunjukkan jati dirinya yang asli, akidahlah yang ditonjolkan, bukan ego yang membabi buta. Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi pada kaumnya, jauh ribuan tahun sebelumnya. Allah tidak akan membiarkan kita dalam kesusahan dan kemarahan. Untuk itulah Allah menurunkan firmanNya

     ….Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat penghianatan, dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

            (Al-Maidah ayat 13)

Ayat di atas sudah jelas, Allah menyuruh kita untuk bersabar terhadap orang-orang yang menghina islam. Bahkan kita harus memaafkan dan membiarkan mereka. Ini adalah solusi langsung dari Allah, bukan dari saya. Apakah kita akan tetap memelihara kemarahan kita? Dan mengabaikan orang kelaparan? Mengabaikan anak-anak SMK yang haus ilmu? Jawabannya ada dalam diri kita masing-masing..

Salam sejahtera, semoga bermanfaat

Iklan

6 responses to “Fitna tidak perlu ditanggapi berlebihan

  1. Iya nich. Koq smw jd kyk panas y ngomongin flim fitna? Menyakitkan sich iya, tp mestinya jgn mau di provokasi y mbak?! Namanya aj Fitnah eh, Fitna…
    Bosan aQ liat pembahasan Flim Fitna di bbrp blog..sm smw…hehe

  2. setuju! ngapain ditanggapi film orang yg jelas2 ingin kita marah dan juga orang yg jelas2 rasis ama kita (dan jg ke siapapun selain orang bule)…kayaknya begitu kali yee orang eropa…mereka bicara demokrasi sambil menghujat orang lain 🙂

  3. setuju banget, mbak! harusnya emang kita menahan emosi. bersabar. kita semua umat Muhammad SAW sedang diuji oleh Allâh SWT.

    mungkin seharusnya kita membuat semacam film tandingan. film yang menggambarkan bagaimana Islam yang sebenarnya. kita lawan film dengan film!

    seharusnya kita merasa kasihan dengan si pembuat film tersebut yang telah ditutup pintu hidayah Allâh untuk dirinya.

    (^_^)v

  4. # sarah
    iya nich sarah, fitna kita masukin dalam kotak aja ya. istilah
    dalam wayang kulit, lakon yang udah gak laku dimasukkan
    dalam kotak. peace 4ever lah

  5. # halo uwiuw
    namanya keren lho. btw met gabung yaw. di sini bebas
    ngomong apa aja. yang penting saling jaga perasaan.
    kalo yang gak suka sama islam emang banyak. Allah juga
    sudah memperingatkan kita lewat Al-Qur’an. Udah ada
    solusi, bagaimana kita menghadapinya. Kebetulan aja
    orang-orang bule yang begitu. Sebetulnya lebih banyak lagi
    penistaan yang dilakukan terhadap umat islam. Pernah
    dengar kasus Khasmir, perebutan daerah khasmir antara
    Pakistan dan India. Disana kaum muslim dijadikan korban
    keserakahan. Banyak yang meninggal dibunuh. Semoga
    Allah memasukkan mereka ke dalam surga

  6. # drjt
    halo drjt, ketemu lagi neh. Iya setuju.Makanya katanya Allah
    dalam Al-Qur’an kan kita harus mendoakan mereka agar
    dibukakan pintu hidayah seluas-luasnya. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s