Melukis dengan cahaya

Fotografi konvensional tetap bertahan. Meski dunia digital telah merambah hampir ke setiap bidang beberapa cara konvensional masih digunakan. Salah satunya bidang fotografi. Saat ini orang lebih banyak menggunakan fotografi digital karena teknologi telah membuatnya lebih mudah digunakan daripada fotografi konvensional. Dengan digital orang tidak perlu menggunakan film, repot dalam pencucian film dan pencetakan di atas kertas foto yang mahal. Namun fotografi konvensional yang menggunakan film seluloid agaknya belum akan ditinggalkan, terbukti dengan makin banyaknya produk-produk film baru di pasaran. Baik fotografi digital maupun konvensional memiliki prinsip yang sama yaitu membuat citra atau gambar yang ditangkap oleh sel-sel elektronis peka cahaya dan hasilnya bisa langsung dilihat pada layar monitor. Untuk fotografi konvensional, gambar ditangkap oleh film dan terjadi reaksi fotokimia. Setelah proses pencucian dan pencetakan baru dapat dilihat hasilnya.

Proses terbentuknya gambar hitam putih. Film foto pada dasarnya merupakan emulsi perak halida (biasanya bromida AgBr) dalam gelatin. Bila film terkena cahaya, butiran perak bromida teraktifkan sesuai dengan tingkat cahaya yang mengenainya. Film yang telah terkena cahaya bila dimasukkan ke dalam larutan pengembang pereduksi lemah misalnya metol, amidol atau hidrokuinon C6H4(OH)2, butir perak bromida teraktifkan membentuk perak logam yang hitam. Semakin kuat intensitas cahaya, perak logam hitam yang terjadi semakin banyak. Begitu pula sebaliknya, Semakin lemah intensitas cahaya maka perak logam hitam yang terbentuk sedikit.

Proses ini menghasilkan bayangan foto. Selanjutnya perak bromida yang tak teraktifkan jika terkena cahaya, akan tereduksi menjadi logam perak hitam. Logam perak hitam yang terbentuk menghasilkan bayangan film. Agar bayangan film melekat pada film maka harus difiksasi (diikat). Pengikat (fikser) yang umum dipakai adalah natrium tiosulfat. Orang fotografi biasa menyebut hipo.. Pada proses pengikatan terjadi reaksi sebagai berikut : AgBr (s) larut dalam larutan fikser terbentuk ion perak kompleks.

AgBr (s) + 2S2O32- [Ag(S2O3)2]3- + Br1-

Perak bromida sisa dihilangkan dengan pencucian. Hasil dari proses ini adalah gambar dengan berbagai nuansa hitam putih di atas seluloid yang kita kenal dengan negatif film. Dari negatif dibuat foto dengan jalan mencetak pada selembar kertas foto. Bagian hitam pada negatif menghasilkan gambar putih pada foto sedangkan bagian putih. Sedangkan bagian putih pada negatif menghasilkan gambar hitam pada foto. Disebut negatif film karena gambar yang tercetak berlawanan dengan filmnya.

Proses terbentuknya gambar warna. Prinsipnya tidak jauh berbeda, hanya emulsi peka cahaya pada film ini terdiri dari tiga bagian khusus yang peka terhadap warna tertentu yaitu :

1. lapisan peka warna biru setelah dicuci menjadi kuning

2. lapisan peka warna hijau setelah dicuci menjadi magenta

3. lapisan peka warna merah setelah dicuci menjadi cyan

Limbah berharga. Kira-kira hanya 25 % perak bromida yang menjadi perak logam hitam dari perak bromida seluruhnya, sisanya sebanyak 75% larut bersama fikser. Jika fikser telah jenuh dengan perak, maka larutan ini tidak dapat dipakai lagi. Harus diganti dengan yang baru. Larutan jenuh tersebut menjadi limbah utama laboratorium cuci cetak foto. Limbah dengan kandungan perak 75% tidak boleh dibuang sembarangan karena logam berat Ag akan mencemari lingkungan. Oleh karena itu limbah ini dapat dimanfaatkan untuk penyepuhan perak. Kandungan ion perak yang cukup besar dalam larutan diambil dengan cara elektrolisis. Yang menjadi masalah adalah tidak semua logam Ag terambil sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai kondisi optimum seperti suhu larutan, pH dan lamanya elektrolisis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s