Perhatian
Pembaca budiman, untuk keberlangsungan blog ini, silakan mengambil apa saja yang ada untuk kegiatan sosial, boleh mengambil tulisan dan sertakan sumbernya. Dilarang keras mengambil untuk memperkaya diri sendiri maupun organisasi. Untuk tujuan komersil silakan hubungi yella shakti di email yella.shakti@gmail.com Terima Kasih Love u Full Yella Shakti-
Selamat Datang di Blog Yella Shakti. Anda Pengunjung ke
- 265,898
PAGERANK
Awan Kategori
-
Tulisan Teratas
-
Tulisan Paling Baru
-
komentar orang cakep
giga on Uji Nyala sampel boraks hanni octavia on Weekend di Ciseeng, Bogor, Jaw… edus on “Kenapa sAya jadi G… Sri wahyuningsih on Sekilas cerita tentang kl… IndeHost Web Hosting… on Sekilas cerita tentang kl… nurur rohmah rasidi on kasih nama apa ya? … Sm1Le Up MeN on LAgi seneng jadul tips keuangan on JAdul lagi tips keuangan on kasih nama apa ya? … mm budhi s on penghilangan rasa gatal pada… kacamataku on penghilangan rasa gatal pada… siska on membuat definisi indikator asa… dhart on Sekilas cerita tentang kl… hery on Menyulap kuning telur menjadi… pelangi on Menyulap kuning telur menjadi… blogger gaulz
Blogroll
daily chemistry
Feed
HIBURAN
Kamus Online
KOMUNITAS sains
motivasi
Parenting
Problem Solving
senyawa kimia
toko buku online
Masuk
Arsip Kategori: pendidikan
Tangisan seniman Bali
Ditulis pada pendidikan
KONGGRES GURU INDONESIA
kONGGRES GURU iNDONESIA mengundang anda, Lanjut membaca
Ditulis pada pendidikan
Suatu hari di ruang kuliah
Ini adalah cerita yang akan ku ingat terus. Lanjut membaca
Ditulis pada pendidikan
SKL per 40 soal plus prediksi soal UASBN 2008 Matematika SD
SKL Matematikanya klik di sini skl-mat.doc
40 soal Matematika silakan klik di sini matematika-uasbn.doc
SKL IPA nya klik di sini skl-ipa.doc
SKL Bahasa Indonesianya klik di sini skl-bi-anyar.doc
Ditulis pada pendidikan
Oh mama, Oh Papa
weeee…..hari ini saya baru tahu masalah yang menimpa murid saya. Sebut saja namanya Alexa. Untung saya gak ikut-ikutan melabeli Alexa. Menyedihkan sekali. Ini betul-betul menyedihkan. Menurut guru sekolah nya, Alexa di kelas termasuk anak yang aneh. Nilai ulangannya selalu jelek, padahal materi yang dibuat ulangan sama dengan materi latihan. Hanya dia yang begitu, sedangkan murid lainnya tidak. Suka ketawa-ketiwi, pokoknya segala sesuatu bisa bikin dia ketawa. Tidak punya temen dekat. Anehnya ada 1 anak laki-laki yang naksir berat dari kelas 4 SD. Ngejar-ngejar segala.
Orang tua Alexa sudah angkat tangan mengenai hal ini. Segala upaya telah dilakukan. Tetap saja prestasi Alexa tidak naik. Namun tidak dengan saya. Saya tidak pernah memperlakukannya seperti orang aneh. Malahan saya mengajar pake cara yang dia suka. Hasilnya? wow menakjubkan. Apapun yang saya berikan, dia selalu bisa menerima dengan baik.
Sebelum tiba di rumahnya, saya selalu berdoa supaya Alexa diberi kebahagiaan dan kemudahan. Saya minta ijin sama Allah supaya saya diberi kesempatan untuk mengisi memorinya dengan ingatan indah dan menyenangkan. Setidaknya dia pernah ingat bahwa ada satu bagian hidupnya yang indah. Bukan hanya kritikan dan aturan harus ini itu. Saya ingin membebaskan dia dari belenggu diktator orang tua, guru dan lingkungan yang hanya menilai anak dari sisi IQ saja. Padahal kehidupan tidak dibentuk dengan kekuatan IQ.
Saya jadi membayangkan, bagaimana ya klo di tahun-tahun mendatang banyak murid sekolah negeri yang seperti ini?
siapa yang salah? tentu tidak ada yang mau disalahkan. Pemerintah? apalagi, bukannya masalah jadi selesai, baru ada isu perubahan UU saja ramenya bukan maen. Kritik sana, kritik sini. Lagi-lagi anaklah yang jadi korban
Pemerintah lewat sekolah dan kurikulumnya menghasilkan “narapidana” berwujud anak-anak. Anak-anak yang akan tumbuh manusia menjadi penakut dan pemarah. Penuh keraguan menatap masa depan. Inilah kesedihan saya yang paling dalam.