Pada 2 bab terakhir pelajaran IPA SMP kelas VII, materi kimia harus dikuasai dengan matang dalam waktu singkat, cara paling efektif untuk saat ini adalah membuat ringkasan bab dalam bentuk mind map kemudian menyajikannya dengan praktikum. Dengan cara ini anak-anak lebih mudah faham. Syarat praktikum ini adalah memilih bahan-bahan yang mudah dicari dan mudah dipraktekkan. Berikut ini penjelasan hasil praktikum
Metode pemisahan dikenal beberapa macam, yaitu :
1. Penyaringan (Filtrasi)
Penyaringan menggunakan kertas saring dan corong biasa (harusnya pake corong kaca supaya kelihatan filtratnya). Mula-mula saya mencampur air dan saos tomat kemudian mengaduknya sampai homogen. Campuran ini saya pisahkan dengan melewatkannya pada kertas saring, berikut ini hasilnya :
air bening hasil penyaringan disebut filtrat, dan saos yang menempel pada kertas saring disebut residu
2. Penguapan (Evaporasi) dan kristalisasi
Untuk mendapatkan garam yang bersih dari garam kotor, saya gunakan garam biasa yang dicampur dengan pengotor. Campuran ini saya larutkan dalam destilat (air hasil distilasi alias akuades) lalu filtratnya diuapkan. Inilah hasil penguapannya :
proses kristalisasi
3. Penyulingan (Distilasi)
karena alat distilasi mahal maka untuk sementara praktikum ini ditiadakan
4. Kromatografi
dari beberapa jenis kromatografi, yang paling mudah dilakukan adalah kromatografi kertas untuk memisahkan campuran warna dalam tinta. Salah satu kemudahan kromatografi kertas terletak pada media kromatogram (hasil kromatografi) serta pelarutnya. Kromatogram menggunakan kertas saring dan pelarutnya menggunakan akuades. Akuades dengan cepat dirserap oleh kertas saring membawa jejak tinta dalam kertas.
5. Penjernih air
Penjernihan air telah lama digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun untuk anak-anak SMP hal ini menjadi sesuatu yang baru dan menakjubkan
. Maka saya putuskan untuk mencoba metode ini. Bahan yang dipakai yaitu :
> pasir yang sudah bersih (untuk kemudahan dan kepraktisan, di supermarket besar menjual pasir hamster bersih siap pakai, harga per kantongnya Rp 5.000,00 kira-kira beratnya1 kg)
> arang aktif (paket arang aktif untuk akuarium, Rp 10.000,00), bisa juga menggunakan arang biasa namun daya serapnya kurang, hasilnya pun tidak maksimal
> tawas 1 kg (beli di toko kimia Rp 5.000,00 per kg)
> pecahan batu bata
> botol plastik ukuran 600 ml dilubangi bagian alasnya untuk memasukkan air kotor, bagian bawahnya tetap memakai tutup yang dilubangi 3
> gelas plastik bekas air mineral(untuk mencapur air kotor dan tawas)
cara membuat :
1. posisikan dasar botol plastik yang sudah dilubangi di bagian atas, dan tutupnya di bagian bawah
2. mulai mengisi botol dengan busa tipis (bungkus arang aktif)
3. tambah dengan arang aktif
4. isi dengan busa lagi
5. masukkan pasir
6. terakhir masukkan pecahan batu bata
7. masukkan tawas di gelas plastik, pasangkan di atas botol tepat di atas potongan batu bata
8.penjernih air siap digunakan
9. masukkan air kotor, amati perubahan yang terjadi




nice post
asudomo : thx
meski simpel, praktikum nya udah mantep banget. sayang pas smp saya ga pernah ada praktikum –”
mesakke alias kasihan hehe, sini2 les sama aku, nanti mau praktikum apaa aja ada heheh
met sore semuanya, ada yg bisa bantu gak?aku pengen mencairkan batu tawas gmn caranya.klau bisa pakai bahan yg ramah lingkungan
sip, bagus sekali …
keep sharing ya…
good jobbbbb……………..
moga sukses slalu
yyy biasa aj lahhh…gak gt gt amat
@yugi maheswari ncutel : emang biasa kok, gak ada yang istimewa.buat anak2 SD dan SMP yang sekolahnya minim fasilitas dan ada di pelosok desa, ini hal yang baru mereka lihat.so kalo kamu punya hal menarik dan baru share disini