Lebih Dekat dengan Alam

Cerpen beneran

1 PMpThu, 21 Aug 2008 14:33:03 +000033Kamis 2008 · & Komentar

Sebuah pesan masuk ke hapeku siang itu

” Yel, jadi ke nikahku gak?”

wew, mendadak aku bingung. Bingung karena udah bilang pengen ke sana. But, duit kagak ada, belom gajian. Soalnya baru terima job bulan ini. Otomatis pemasukan di awal bulan depan. Sedangkan diriku sebisa mungkin ga minjam duit sama siapapun. Ya Allah aku ingin datang ke pernikahan Lia, apalagi dia mualaf. Tolonglah bantu aku bagaimana sampai ke sana, aku butuh keajaiban dari-Mu

Terpaksa aku jawab juga sms itu

“Waduh, aku ndak enak bilangnya, aku pengen baget dateng tapi gak ada duit. Maaf ya, aku doakan dari sini aja semoga acaranya lancar.”

“Aku bentar lagi gajian kok. Emang berapa transportnya Semarang-Jakarta PP?”

Duh tambah gak enak lagi nih, diriku serba salah kalo ada orang yang baik gini,

“ya lumayan sih Rp xxxxxxxxx”

Malemnya beliau sms lagi

“Oh ya no rekenigmu berapa? aku transfer besok.”

“No Rek Mxxxxi xxxxxxxxxxxxx, cabang xxxxxxxxxxx, atas nama xxxxxxxxxxxxx”

BEsok paginya jam 10

“udah aku transfer sebesar Rp xxxxxxxxxxxxxxx”

hah? alhamdulillah, jadi inget permintaanku sama Allah kemaren. inikah keajaiban yang Engkau berikan? subhanallah.

Siang itu juga aku berangkat ke stasiun Bogor untuk pesan tiket kereta bisnis jurusan Jakarta-Semarang. Sampe di sana, sudah aku prediksi sebelumnya. GAk salah lagi, seperti sebelumnya, long weekend begini biasanya kereta penuh. Ya sudah terlanjur di Bogor, mau pulang nanggung, mending muter2 dulu di Bogor, yups tujuan utama mana lagi kalo gak  ——–>>>>>>>> KE SAUNG BUNDA

Setelah konfirmasi lewat sms ternyata beliau ada. Lumayan bisa nongkrong di ayunan teras belakang,,tempat faforitku.. Rezeki lagi bisa kenal Bunda dan keluarganya.

Besok sorenya, jumat 15/08/08, Aku berangkat ke Semarang. Perjalanan menuju Semarang dan balik lagi ke Jkt adalah sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa. Rasanya seperti mimpi, hampir aja aku ndak percaya, namun itulah kuasa Allah SWT. Ketika Dia berkehendak, apapun bisa terjadi. Alhamdulillah selama perjalanan aku bertemu dengan orang-orang baik dan lancar dalam perjalanan.

Kereta Senja Utama kelas bisnis jurusan Pasar Senen-Semarang Tawang penuh. Tak ada lagi temapt duduk. Jadilah aku menyandar di pinggiran kursi kereta. Kalau yang punya tiket datang segera aku pindah tempat. Setelah duduk 10 menit tiba-tiba dua orang wanita dan seorang anak kecil mengambil duduk di seberang tampat aku menyandar. Setelah 10 menit-an, tiba-tiba salah satu dari kedua wanita tersebut mengajakku bicara. Tak lama kemudian dia menawarkan tempat duduknya

“Mbak duduk saja di tempat saya, saya mau di sini saja, sama kakak dan keponakan saya. gak papa kok, duduk aja.” kata salah satu wanita tersebut dengan logat jawa yang kental

Waduh, aku jadi ndak enak sendiri. Nambah lagi orang yang baek ma aku. Dia dengan rela tidur di bawah dan menyilahkan aku menempati tempat duduknya. Akhirnya aku menyerah dengan mengikuti sarannya. Dalam hati aku selipkan doa khusus untuknya.

Malam itu aku tertidur nyeyak di kereta, menyerahkan nasibku sementara pada kereta yang membawaku pada stasiun tujuan. Semoga kebaikan orang-orang padaku hari ini dibalas dengan jauh lebih baik sama Allah. Amin

Kategori: diary

36 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar