Lebih Dekat dengan Alam

Etika mengetuk pintu

1 PMpThu, 24 Jul 2008 20:09:43 +000009Kamis 2008 · 18 Komentar

Tak dapat dipungkiri bahwa budaya dan etika ketimuran masih aja mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Padahal hanya hal kecil tapi ya kok rasa-rasanya sulit dihilangkan, rasanya ada yang aneh. Meski masyarakat Indonesia kini banyak yang bangga dengan berperilaku kebarat-baratan mulai dari budaya hedonis sampai seks bebas. Namun ada satu kebiasaan yang hingga kini masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita, bahkan di gedung-gedung perkantoran yakni etika mengetuk pintu.

Suatu hari di masa lampau saya pernah dipanggil oleh sebuah yayasan sekolah untuk wawancara kerja. Antrian begitu banyak, hampir-hampir saya kebagian di urutan terkahir. Sebelum masuk saya mengetuk pintu dan tersenyum ketika menatap wajah 3 orang pewawancara. Masing-masing direktur yayasan, kepala sekolah dan guru senior. Apa yang terjadi kemudian? wawancara saya begitu singkat, langsung, dan tanpa ujian apa-apa. Padahal teman-teman saya sebelumnya harus microteaching* dulu selama 5 menit. Dari kejadian tersebut saya mengambil hikmah bahwa mengetuk pintu itu adalah sebuah penghargaan dan penghormatan terhadap empunya ruangan/tempat yang akan kita masuki.

Begitu juga dengan tata cara bertamu. Kita wajib mengetuk pintu dan memberi salam kepada tuan rumah. Seorang murid yang akan memasuki ruang guru atau ruang kelas saat KBM** berlangsung wajib mengetuk pintu sebelum masuk. Seorang anak harusnya mengetuk pintu kamar ayah ibunya ketika ingin masuk. Banyak sekali hal-hal yang bisa kita lakukan sebagai penghargaan terhadap orang lain. Tidak perlu award, tropi atau uang, dengan mengetuk pintu rasa saling menghargai sudah tercipta. Ketika saling menghargai akan tercipta rasa sayang.

Suasana yang tercipta dari rasa menghargai dan menyayangi dapat menjadi obat penghilang rasa lelah dari setumpuk masalah kehidupan. Jika ini terjadi di rumah, di sekolah, di masyarakat, di lingkungan RT maka tidak menutup kemungkinan akan tercipta kerukunan diantara umat beragama. Emm bukankah sekarang sering terjadi fitnah ya? adu domba antar umat agama. Bermula dari etika mengetuk pintu ternyata efeknya dapat menjaga toleransi umat beragama. Sudahkah kita melakukannya hari ini? :)

* microteaching : praktek mengajar singkat (5-15 menit) sebagai upaya persiapan/latihan mengajar di kelas

** KBM : kegiatan belajar mengajar

Kategori: motivasi

18 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar