Emang bener, masa depan adalah apa yang kita rencanakan atau kita inginkan di masa lalu. Sejak dulu aku selalu berusaha sekolah di sekolah negeri dari SD sampe kuliah. Soalnya kasihan sama ortu. Hasil raport di sekolah sebenarnya lumayan tapi aku tidak menikmati proses di sekolah. Banyak kebutuhan diriku yang belum terpenuhi di sekolah negeri seperti mengasah minatku di bidang sosial, intrapersonal dan interpersonal. Alhasil pelajaran waktu SMP yang bisa kunikmati adalah pelajaran-pelajaran muatan lokal seperti seni rupa, elektro, fotografi, tata boga, dan kegiatan ekstrakurikuler. Satu-satunya pelajaran yang ku sukai adalah geografi. Gak bikin bosen. Mau sekolah di luar negeri (sekolah terpadu maksudnya,
) gak ada biaya, ya sudah akhirnya mau gak mau harus lulus.
Ada sebuah cerita yang mengubah hidupku dua tahun lalu. Waktu itu lagi iseng maen-maen ke bursa kerja. Niatnya cuman ngisi waktu luang (duh jelek banget sih niatnya), datang pun cuman liat-liat stand yang nawarin berbagai lowongan. Ternyata di tengah stand ada seminar seputar kepribadian dan pekerjaan. Seorang praktisi Maximize your potential membuka pemikiranku untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kemapuan diri sendiri. Jangan memaksakan diri. Kalau kita bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan kemampuan kita hasilnya akan lebih maksimal. Bandingkan dengan bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan kemampuan, walaupun kita menyukai pekerjaan tersebut hasilnya tidak semaksimal yang diharapkan. Kemampuan kita berfungsi untuk memudahkan mengatasi hambatan dan masalah yang timbul di pekerjaan. Sebelum terlambat pindahlah ke pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. Sebelum penyesalan datang setelah bertahun-tahun kemudian. Jika baru mau melamar, pilihlah pekerjaan yang sesuai kemampuan, jangan terlalu dipikirkan apa kata orang lain. Asalkan kita memiliki konsep arah masa depan yang jelas, pekerjaan apapun tidak masalah.
Aku jadi inget profesiku sekarang. Kalo ditanya orang seringkali aku agak sulit menjelaskan. Suatu kali aku silaturahmi ke rumah teman, terus aku ditanya kerja dimana?
wah ini yang sulit ku jawab, keknya gak mungkin juga jelasin panjang lebar ke dia. Masalahnya aku memang memilih pekerjaan yang jarang diminati orang yaitu freelancer. Kebanyakan orang mengincar posisi di perusahaan atau rame-rame jadi PNS. Pantesan lahan kerjaan makin sempit, lha yang pencari kerja lebih banyak dari penyedia kesempatan kerja. Gara-gara Sejak kuliah aku minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang selesai dalam periode tertentu. Selain tidak terikat, aku pun dapat belajar mengerjakan apa saja sehingga kemampuanku yang lain akan terasah. Hal yang paling ku sukai adalah adanya mobilitas di sana. Pekerjaan yang terikat membuatku bosan dan jenuh. Ujung-ujungnya menurunkan kualitas kerja. Dengan freelancer, aku dapat beristirahat sejenak dari kejenuhan rutinitas. Kalau aku jadi pekerja kantoran yang setiap hari masuk sampe lembur segala,,,walah keknya enggak deh. Memang sih agak bingung juga setiap kali selesai liburan nyari-nyari kerjaan selanjutnya. Di sinilah tantangannya, setiap saat ku harus siap dengan segala pekerjaan dan kesulitan yang tidak bisa ku prediksi sebelumnya.
Tentu ini membuat keluargaku gusar. Mereka setiap saat menginformasikan lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan. Entah itu perusahaan asing, PNS atau apapun yang intinya kerja kantoran, katanya biar lebih bergengsi. Pernah suatu kali ada koneksi di perusahaan asing. Sampe sekarang aku belom juga memasukkannya ke sana. Hobiku adalah bekerja keras selama beberapa waktu, kemudian aku memutuskan berlibur setelahnya. Hang out sambil wisata kuliner. Untuk lebih menghemat biaya biasanya aku menginap di rumah saudara atau sahabatku.
Kalau tidak ada budget jalan-jalan biasanya aku cukup piknik di rumah saja ala psychocybernetics (ciptaan Dr Maltz, akan aku bahas di postingan selanjutnya) Ini semua untuk memenuhi kebutuhanku untuk mendengarkan orang lain, menjadi pendengar masalah-masalah orang lain, memberi motivasi, berbagi pengetahuan, dan menjalin silaturahmi. Hasil sharing akan menjadi sebuah tulisan yang aku percaya menjadi alat detoks ampuh untuk menjaga kesehatan psikologis. Menulis akan membuatku kenumpahkan segala emosi jiwa yang harus disalurkan. Apabila tidak disalurkan ia akan mengendap dan sewaktu-waktu muncul menjadi penyakit baik penyakit fisik atau psikis. Emosi harusnya disalurkan, bukan dipendam.
Pernah suatu kali aku hampir goyah bahwa pekerjaan freelancer itu tak menjamin masa depan. Kalau saja aku tak rajin dengerin pendapat para pakar motivator seperti Tommy siawira, Tung Desem Waringin, Safir Senduk, Mario Teguh, mungkin aku sudah menghabiskan waktu di sebuah perusahaan selama belasan tahun dengan rutinitas yang sama setiap hari. Dengan pekerjaanku yang sekarang penghasilan bisa diatur sesuai ritme kerja, waktu lebih fleksibel, sehingga jika keluarga membutuhkan bantuan aku bisa membantu sepenuhnya
Apapun profesi dan bisnis kita, kesuksesan kita diukur dari seimbangnya antara pemasukan, tabungan dan pengeluaran. Setelah mengumpulkan informasi dari beberapa konsultan keuangan ternyata definisi kaya adalah seseorang yang sebagian penghasilannya digunakan untuk investasi (bisnis, saham) atau ditabung (deposito, asuransi). Seseorang dengan penghasilan besar dengan pengeluaran besar tidak dapat dikatakan kaya. Seseorang dengan penghasilan kecil namun mampu menyisihkan sebagian uangnya untuk investasi atau untuk ditabung maka seseorang tersebut dikatakan kaya.
Jadi ndak masalah kan kita mau jadi freelance atau jadi karyawan tetap, yang harus kita lakukan setelah menerima gaji adalah :
1. zakat profesi minimal 2,5% —-> jangan kuatirkan jumlah pemasukan yang kita terima, jika kita ikhlas dan kontinyu walaupun hanya sedikit, InsyaAllah Allah akan menggantinya dengan yang lebih besar, kalau butuh penyaluran zakat, ada banyak anak-anak tunas ilmu yang harus dibantu agar bisa bersekolah. Salurkan zakat setiap bulan pada orang yang tepat.
2. tabungan atau investasi atau tabungan pensiun macam asuransi
3. bayar cicilan
Let’s go changing
Lebih jauh tentang profesi freelance dan peluang bisnis InsyaAllah akan ada di postingan selanjutnya, tunggu tanggal mainnya





27 tanggapan so far ↓
Tigis // 1 AMpFri, 18 Jul 2008 08:55:05 +000055Jumat 2008 pada 13:45 |
wah ini tulisan jadi penyemangat. Terus terang gue jg bosen ama kerja yg gitu2x terus. Jam 6 pagi lebih dikit kudu harus berangkat. Jam 8 malem baru sampe rumah. Gitu terus tiap hari. Punya jg keinginan buat bisa kerja yg skalian melakukan hobby. Jadi bisa tetep fun mskipun menghasilkan duit.
ditunggu nih tulisan berikutnya
hualahhh,,aku juga pernah kerja kayak gitu. dari jam 10 pagi sampe rumah jam 9 malem,,seharian itu ngomong terus,lha wong selain ngajar, aku jadi pengajar standby yang juga ngelayani konsultasi orang tua siswa ditambah nemenin siswa diskusi,,,,gaji? emmh,,,habis buat ongkos n beli pulsa, maem aja bawa dari rumah,,,sedih deh, akhirnya keluar, untung dikontrak cuma bentar
Enaknya jadi Freelance | Blog Batam Cyber Island // 1 AMpFri, 18 Jul 2008 10:15:33 +000015Jumat 2008 pada 13:45 |
[...] Enaknya jadi Freelance July 18, 2008 9:45 am admin Dari Blogger – Agreegator Dari http://yellashakti.wordpress.com/2008/07/18/539/ [...]
akokow // 1 AMpFri, 18 Jul 2008 11:02:11 +000002Jumat 2008 pada 13:45 |
Kerjanya ya di rumah…atau jalan2 di mana-mana
kerja di rumah, di luar rumah, kalo dah bosen jalan-jalan, hehe
Wempi // 1 AMpFri, 18 Jul 2008 11:33:52 +000033Jumat 2008 pada 13:45 |
freelance emang enak
ketagihan malah,,,:)
Gelandangan // 1 PMpFri, 18 Jul 2008 12:33:00 +000033Jumat 2008 pada 13:45 |
iya mas enakkan gitu dari pada kerjaa di kantor bosen bawaannya enggak bisa enjoy kerjanya
salam kenal
mas? ato emas? wadoh mas sopo meneh iki,,saya dipanggil mas? lha wong cah ayune ngene pake jilbab ko dipanggil mas,,,huaaa, ga mau, ga mau,,,
achoey sang khilaf // 1 PMpFri, 18 Jul 2008 13:39:09 +000039Jumat 2008 pada 13:45 |
wah emang hebat
aku mau donk freelance
mau? beli donk,,hehe
theloebizz // 1 PMpFri, 18 Jul 2008 23:17:11 +000017Jumat 2008 pada 13:45 |
waaah sepertinyah taun depan sy jg berpikiran jd freelancer hehehehe,,,,
hoyeeeeeeeeee,,,
Menik // 1 AMpSat, 19 Jul 2008 00:12:48 +000012Sabtu 2008 pada 13:45 |
free lance ya ???
*thinking hardly*
ya iyalah, freelance sana sini
amaliasolicha // 1 PMpSat, 19 Jul 2008 14:04:20 +000004Sabtu 2008 pada 13:45 |
*lg roliing eye mbak..
weiks.. freelance , hmm… freewife pripun??
maksud loh? gak ngelti
Jiban // 1 PMpSun, 20 Jul 2008 12:22:36 +000022Minggu 2008 pada 13:45 |
ditunggu postingan “piknik dirumah” nya
otre bossss
azaxs // 1 PMpSun, 20 Jul 2008 15:13:16 +000013Minggu 2008 pada 13:45 |
Siip….
ditunggu terusannya mbak….
aciiiiiiiik banyak yang nunggu aku nich? eh salah deng banyak yang nunggu postinganku,,,duh senangnya
satya sembiring // 1 PMpSun, 20 Jul 2008 15:39:13 +000039Minggu 2008 pada 13:45 |
enaknya Freelance tergantung jenis kerjaannya juga dek Yella.
banyak orang bekerja bukan tujuan utama berdasarkan keahlian yg dimiliki tapi dimana gaji terbesar.
sebenarnya istilah freelance hanya kepada waktunya saja ( atau kerja purna waktu ) tapi harus juga di kerjakan dengan penuh hati.
, jangan bosen ya
iya Pak dosen, siap pak, saya akan kerjakan dengan sepenuh hati, apalagi disemangati ma Pak dosen,, emmmh makin mantaps deh
latree // 1 PMpSun, 20 Jul 2008 21:12:22 +000012Minggu 2008 pada 13:45 |
wah… hebat lu , La!
enggak mbak, biasa aja ko, cuman berbagi pengalaman
realylife // 1 PMpSun, 20 Jul 2008 23:08:13 +000008Minggu 2008 pada 13:45 |
saya tunggu Ukhti , saya tunggu ya
oke deh
maipura // 1 AMpMon, 21 Jul 2008 09:16:34 +000016Senin 2008 pada 13:45 |
kerja freelance..??
ngerjain apa aja maksudnya..???
cerita juga dong, kerjaannya yang udah2… sekalian lowongannya..
ceritanya ada di posting selanjutnya, don’t miss it
lah? di freelance gak buka lowongan tuh,,,kudu pinter2 nyari
putradi // 1 PMpMon, 21 Jul 2008 12:08:01 +000008Senin 2008 pada 13:45 |
hmm .. freelance = jaringan yang kuat, kreatifitas, willingness to learn and learn dan open minded ..
jadi keingetan, saya juga sedang menuju kesana .. insyaallah ..
ayo sama-sama menuju puncak, keluarkan bangsa ini dari keterpurukan
ira // 1 PMpMon, 21 Jul 2008 12:59:24 +000059Senin 2008 pada 13:45 |
enak jadi freelance..
setuju banget, ???
lebih fleksibel diwaktu
secara kita kan cewek gitu, gak kudu ngantor kan? lam kenal ira, sering mampir ya
oRiDo™ // 1 PMpMon, 21 Jul 2008 13:10:45 +000010Senin 2008 pada 13:45 |
yah..
klo waktu nya senggang, jd freelancer emang enak tuh..
dapat gaji tetep plus uang tambahan..
klo aku sih uang tambahannya dari bisnis aja deh..

bisa darimana saja kang, tergantung individu masing2. karena saya perempuan, saya pengen ada banyak waktu buat keluarga, jadi saya pilih feelance saja, semoga kita sama-sama sukses ya kang,,,bukan berarti jadi karyawan itu jelek ya,?
satya sembiring // 1 PMpMon, 21 Jul 2008 16:27:33 +000027Senin 2008 pada 13:45 |
hiduppppppppp
ada yg masuk top post nehhhh yg temanya
” Enaknya jadi Freelance ” blog siapa ya
hidup juga,,,:), hehe yang jelas blog siswa bimbingannya Pak Satya doooonk
ubadbmarko // 1 PMpMon, 21 Jul 2008 16:55:58 +000055Senin 2008 pada 13:45 |
Freelance sekarang identik dengan MLM. kalo mbak ?
ada benarnya, tapi saya kerja dan bisnis secara freelance, lihat postingan selanjutnya pak, oek, makasih dah mampir
nh18 // 1 PMpMon, 21 Jul 2008 17:23:02 +000023Senin 2008 pada 13:45 |
HHmm …
Free lancer juga pekerjaan lho Bu ..
So jangan pernah anggap remeh …
malah gaji perjamnya bisa lebih besar jika kita free lance
Aku pun cita-citanya pingin jadi Trainer Free Lancer lho …
Sumpah
percaye om NH, kan saya dah baca postingan om NH,,hehe
creativesimo // 1 PMpMon, 21 Jul 2008 23:21:31 +000021Senin 2008 pada 13:45 |
Hidup fee lancar…eh, free lancer
setuju fee lancaaaaaaar
Eka // 1 PMpTue, 22 Jul 2008 15:24:43 +000024Selasa 2008 pada 13:45 |
nggak selamanya jadi freelance enak
>>>>>>>>
Supermance // 1 AMpSat, 26 Jul 2008 10:35:06 +000035Sabtu 2008 pada 13:45 |
wah berhubungan sama salah satu postingan ku nih, numpang kasih link ya
http://www.supermance.com/menjadi-bukan-diri-sendiri/
nice post btw
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
hhmmm boleh,,aku juga udah ke sana,,bagus banget tulisannya, inspiratif
alhakim // 1 PMpSat, 30 Aug 2008 19:26:42 +000026Sabtu 2008 pada 13:45 |
Menurut saya kerja yang enak itu mungkin kerjanya pak bondan kali … jalan2… makan2… masuk TV… dibayar…
*maknyus… *
…. salam kenal…..
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
bukan masuk TV-nya yg enak mas, tapi makan2 gratisnya itu loh plus jalan2 gratis, digaji lagi,,
lam kenal ya mas, thx dh mampir
alris // 1 AMpTue, 28 Oct 2008 11:54:21 +000054Selasa 2008 pada 13:45 |
freelance!!! suatu cita-cita yang lagi dibangun. kalo udah kesampaian saya akan teriak sekeras-kerasnya, merdekaaa….
saya sudah mampir, silahkan berkunjung. salam kenal.
Arul // 1 PMpWed, 04 Feb 2009 19:56:21 +000056Rabu 2008 pada 13:45 |
hehe sama kayak gw, jadi programmer freelence, ada enak nya kadang ada juga gak enak nya, enak nya kalo pas dapet project gampang harganya MAHAL, gak enaknya kalo pas dapet project susah duit nya kecil. Tapi tetep enjoy aja POKOK NYA HIDUP FREELANCE!