Lebih Dekat dengan Alam

Panci gosong

1 AMpTue, 24 Jun 2008 09:56:41 +000056Selasa 2008 · & Komentar

upss,,judulnya agak aneh, tadinya mo dijudulin pantat panci ko ya ndak sopan. Nemu deh judul yg pas,,PANCI GOSONG. Ceritanya ya apalagi selain panci. Panci yang bawahnya gosong bagian luar kena sisa pembakaran tungku, pastinya gosong dan sulit dicuci. Postingan ini terinspirasi dari buku SPIRITUAL KITCHEN. Buku itu ditulis oleh seorang wanita peneliti LAPAN (Lembaga Antariksa Nasional) dengan sudut pandang aku sebagai seorang ibu rumah tangga, hidupnya sederhana dan tinggal di kampung.

Teknologi masih jauh menjangkau desanya. Memasak masih menggunakan tungku api berbahan kayu bakar. Mencuci menggunakan tangan. Dengan kesederhanaan si tokoh aku, keterbatasan teknologi justru membuat aku berpikir tentang hikmah dibalik penciptaan. Di sini kita bisa melihat bahwa di dapur pun ada banyak inspirasi. Termos, bumbu, cucian, sampah, tungku, sayuran, dieksplorasi menjadi sebuah tulisan mengagumkan. Belajar memahami Allah dan ciptaan-Nya melalui Tadabur dapur kemudian penulis menghubungkannya dengan ayat di Al-Qur’an.Bab yang masih kuingat jelas salah satunya tentang karbon hitam.

Sambil mengerjakan pekerjaan dapur “aku” berpikir mengapa karbon itu hitam, seandainya karbon itu putih lalu bagaimana pengaruhnya terhadap proses memasak?

Makhluk hidup tersusun dari karbon dan hidrogen. Apabila dibakar akan menghasilkan karbon (jelaga hitam) dan uap air. Contohnya kayu bakar yang digunakan pada tungku. Jelaga hitam itu sesungguhnya adalah unsur karbon. Prinsip kerja ini mirip dengan perokok aktif. Perokok yang menghisap asap rokok meninggalkan karbon hitam di paru-paru. Semakin lama waktu merokok paru-paru akan makin tertutup oleh karbon hitam sisa pembakaran.

Balik ke panci lagi, apabila memasak menggunakan kayu bakar atau kompor biasa, kayu atau minyak hasil pembakaran menghasilkan jelaga hitam. Jelaga ini menempel pada bagian bawah panci yang makin lama makin keras. Ternyata ada manfaat yang diperoleh dari mengerasnya jelaga pada panci. Warna hitam menyerap semua suhu dan warna di sekitarnya. Jelaga yang berwarna hitam menyerap suhu panas dan dingin lebih cepat dibanding warna lain. Sedangkan warna putih memantulkan suhu dan warna. Jadi kalo di tempat dingin pakailah pakaian warna putih jangan hitam. Hawa dingin akan terserap lebih cepat pada pakaian hitam.

Hubungannya dengan panci gosong adalah makin gosong panci makin banyak jelaga yang menempel maka jelaga berfungsi menyerap panas dari api sehingga air atau masakan dalam panci akan cepat matang. Subkhanallah saya terkesan dengan bab karbon tersebut. Biasanya saya sering menggosok pantat panci yang gosong supaya mengkilap kembali. Rupanya ada hikmah dibalik gosongnya panci. Apa jadinya jika jelaga berwarna putih? tentu masakan di panci akan lama matang. Subkhanallah saya kagum dengan penulis yang bisa mengambil hikmah pada sebuah peristiwa, sungguh penulis telah dikaruniai Allah sebuah bakat luar biasa yang mengajak kita untuk tadabur. Kesederhanaan beliau semakin meyakinkan saya bahwa sesuatu besar berasal dari hal sederhana yang sering dianggap sepele.

Kategori: dapur ilmuwan · diary

32 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar