Lebih Dekat dengan Alam

Indonesia masih ada

1 PMpSun, 15 Jun 2008 22:15:57 +000015Minggu 2008 · & Komentar

Kabar baik datang dari teater TANAH AIR. Teater anak pimpinan Jose Rizal Manua, rencanyanya akan mengikuti festival teater anak internasional 10th World Festival of Children Theatre di Moskow tanggal 17-25 Juli 2008. Sebelum berangkat ke Moskow, teater TANAH AIR menyapa anak-anak Indonesia di Taman Ismail Marzuki tanggal 13 dan 14 Juni pukul 20.00

Dengan tiket Rp 40.000,00 per orang, saya menikmati pagelaran selama 75 menit. Drama yang berjudul “PEACE’ menceritakan tentang anak-anak Raksasa Gimbal yang sedang bermain di hutan. Mereka sangat menyayangi hewan dan tumbuhan di sana. Kehidupan hutan sangat tenang dan damai. Di hutan itu hidup dinosaurus Tirex yang sedang bertelur. Telur dinosaurus ditinggalkan ibunya menjadi incaran pemburu jahat. Anak-anak raksasa gimbal merasa iba dengan si telur. Setiap hari mereka menjaga telur sambil bermain di hutan. Tiba-tiba seorang pemburu jahat datang.

Si Pemburu hendak mencuri telur untuk dijual dengan harga yang sangat mahal. Dengan menjual telur itu ia akan menjad kaya raya. Pencurian sempat digagalkan oleh anak lima benua. Anak lima benua merupakan segolongan anak pecinta lingkungan dengan semboyan yang lemah ditolong, yang bekerja keras disokong. Namun, si pemburu dapat mengelabuhi anak lima benua. Terpaksa telur jatuh di tangan pemburu. Anak raksasa gimbal datang menyelamatkan telur. Akhirnya telur dapat diselamatkan dan menetas jadi anak dinosaurus Tirex.

Pementasan yang juga dihadiri kak Seto ini banyak memuat pesan moral untuk anak-anak untuk mencintai hutan agar tidak rusak oleh ulah orang-orang tak bertanggung jawab. Tumbuhan dan hewan adalah teman-teman kita. Mereka sama seperti kita, harus dijaga dan disayangi. Anak-anak juga dilarang mengkonsumsi MSG dan fast food agar otak tidak rusak dan bisa digunakan berfikir maksimal, agar kita tidak dibodohi oleh orang-orang asing yang ingin menguasai hutan kita. Setelah menyaksikan drama tersebut, saya makin yakin bahwa Indonesia masih ada. Masih banyak orang Indonesia yang menyesal tinggal di Indonesia, merasa malu karena tidak seperti di negara-negara tetangga. Teater Tanah air adalah salah satu contoh pembangkit semangat ke-Indonesia-an melalui seni. Semangat ini hendaknya lebih disuntikkan untuk generasi muda pemberharu bangsa.

Prestasi Teater Tanah air :

  • The Best Performance dan meraih medali emas di The Asia Pacific Festival of Children Theatre 2004, yang diadakan di Toyama, Jepang. membawakan lakon yang berjudul Bumi Ada di Tangan Anak-anak karya Danarto.
  • meraih 19 medali emas di seluruh kategori termasuk dua kategori paling bergengsi: penampilan terbaik dan sutradara terbaik pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9, yang diadakan di Lingen, Jerman. Pada festival ini Teater Tanah Air membawakan lakon yang berjudul Wow karya Putu Wijaya.

Kategori: diary · pendidikan

42 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar