Lebih Dekat dengan Alam

Buanglah sampah pada tempatnya

1 PMpTue, 03 Jun 2008 20:21:37 +000021Selasa 2008 · & Komentar

Itu judul blog sering aku ganti-ganti biar gak bosen. Kalo nemu gambar bagus juga mau ditempelin. Tapi gambar air sungainya masih enak dipandang mata. Jadi kubiarkan di situ sampai beberapa waktu. Iseng cerita, aku lagi blogwalking di tetangga, rumpi sana sini, nyampah, nggospin diri sendiri, narsis, plus numpang iklan blog di tetangga (maaf ya buat yang ngerasa aja nih, aku tumpangin iklan gratis, makasih tumpangannya).

Aku tertarik mengganti judul blog dengan keranjang sampah. Dah lama aku absen jadi keranjang sampah, awas bukan tempat sampah. Keranjang sampah lebih sopan kedengerannya. Lagi pula keranjang sampah konotasinya lebih baik dari tempat sampah. Keranjang sampah menampung sampah sesuai jenisnya. Kalo tempat sampah, semua sampah campur aduk jadi satu.

Aku yang sering jadi keranjang sampah tinggal memilih sampah mana yang mau aku olah. Sampah nya ya macem-macem, sampah marah, sampah emosi, sampah curhat, sampah minta solusi, sampah sedih, dan sampah yang lainnya. Enak juga sih jadi keranjang sampah, tinggal duduk manis, diam, mendengarkan, mencerna setiap kata, merasakan emosi, sambil manggut-manggut tanda dengerin curhat, sampai orang nya berhenti sendiri kehabisan kata-kata. Kalo udah gitu, tinggal nunggu reaksi selanjutnya, setelah itu biasanya si orang curhat nemuin sendiri solusinya.

Oh keranjang sampah yang manis, seni mendengarkan itu butuh ketekunan, kebanyakan orang kalo dicurhatin keburu-buru memotong pembicaraan, ngasih saran, serta memaksakan pendapat. Malah kadang jadi uring-uringan kalo sarannya gak dipake. Haha, gak perlu begitu. Setiap orang cukup di dengarkan. itu saja.

Setelah orang membuang sampah, aku pilih sampahnya, inget prinsip memanfaatkan barang bekas alias SAMPAHHH! ambil yang bisa aku gunakan, buang yang gak perlu. Setelah dengerin orang curhat biasanya aku jadi tambah wawasannya tentang suatu hal. Misalnya cara berpikir laki-laki yang sangat berbeda dengan perempuan, otak laki-laki yang praktis akan beradu dengan emosi perempuan yang meluap-luap, mendeteksi kebohongan, bagaimana seharusnya menghadapi persoalan. Tentu aku gak perlu mengalami semua kegagalan hidup. Cukup mengambil pelajaran dari orang-orang curhat. Emmm indahnya hidup ini. Alhamdulillah Engkau telah membuatku damai

Jadi buang sampah ya pada tempatnya, di sini ni,,mumpung aku lagi baek,,buang sampah aja di sini,,sebanyak-banyaknya, buat yang hobi nyampah seperti p____y, B___a, P__i, H____a, a____y, silakan sini,,mari-mari,,aku membantu menyalurkan hobi kalian,,oh betapa sok baiknya aku,,,

Kategori: iseng

36 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar