saat ini aku terdiam seribu bahasa
dengan berjuta pikiran bersautan
saat ini
aku hanya ingin diam
diam
hanya diam
membiarkan keadaan memahami perasaanku
lelah dengan suara-suara yang menyibukkan
inilah saat yang tepat untuk diam
menikmati lambatnya waktu berjalan
saat-saat paling intim dari diriku
untuk berusaha mendekati-Mu
dengan diam
dan membiarkan semua terjadi di luar sana
tanpa kontrolku







20 tanggapan so far ↓
natazya // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 00:09:44 +000009Sabtu 2008 pada 13:45 |
cuma sedikit orang yang bisa diam dengan benar benar diam
ah…
mahal itu sekarang!
selamat diam
…
…
…
yellashakti // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 00:27:45 +000027Sabtu 2008 pada 13:45 |
# mba natazya : betul mba, mari sini diam di samping saya….
Rafki RS // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 01:54:16 +000054Sabtu 2008 pada 13:45 |
Banyak orang berfikir Allah SWT berada jauh di atas sana,
Banyak orang yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya
Padahal Dia seringkali berkata “Aku Sangat Dekat, Bahkan lebih dekat daripada urat lehermu”
Namun sungguh sayang, kita masih saja mencari-Nya jauh di luar sana, bahkan sampai ke luar angkasa
Mungkin karena terlalu dekat, kita jadi abai kepada-Nya
Sehingga sulit untuk mengenali-Nya
Memang Dia terhijab dari mata
Tapi tersingkap dalam batin
Sungguh amat rahasia….
Rafki RS // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 02:17:14 +000017Sabtu 2008 pada 13:45 |
Memang semua yang terjadi di luar sana berada di luar kontrol kita selaku manusia. Tapi sebenarnya kita memiliki kontrol penuh terhadap respon yang kita pantulkan kalau sesuatu yang diluar kontrol kita itu mengenai kita.
Kita punya kuasa penuh untuk tertawa jika kita ditimpa kesedihan.
Kita bebas memilih untuk melonjak kegirangan bila kita ditimpa kesialan.
Apa yang menjadi rahasia sebenarnya adalah bahwa kita ini ibarat pemancar gelombang frekwensi ke alam semesta.
Apabila kita berfikir sial maka memancarlah kesialan ke alam semesta, dan akhirnya kita akan sial sepanjang hari.
Apabila kita berfikir sukses maka memancarlah berita kesuksesan kita ke alam semesta, dan kesuksesan itu akan segera menghampiri kita.
Kita adalah apa yang kita fikirkan.
Bahkan Allah SWT pernah berkata: “Aku adalah apa persangkaan hamba-hambaKU kepadaKU”
Satu rahasia lainnya.
Menik // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 08:34:04 +000034Sabtu 2008 pada 13:45 |
http://saungbunda.wordpress.com/2008/04/26/mengenai-kopdar-27-april-besok/
ayaelectro // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 08:42:38 +000042Sabtu 2008 pada 13:45 |
sulit sekali mencari suasana tenang. terkadang diam adalah jalan terbaik untuk mencari jati diri. Jati diri yang mulai mengikis karena terlalu mengikuti trend gaya kehidupan dunia global. tak selamanya menjadi orang lain lebih menyenangkan daripada menjadi diri sendiri. BE YOUR SELF!
yellashakti // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 10:22:03 +000022Sabtu 2008 pada 13:45 |
# Pak RAfki : wow mantap kali pak komentnya,,,ternyata pak rafki jago filsafat, psikologi dan sastra juga ya? jam terbangnya dah tinggi,,makasih pak dah sharing,,,memang betul,,saya adalah apa yg saya pikirkan,,,jika saya sedang ditimpa musibah tapi yg saya pikirkan adalah sebuah hadiah dari Allah untuk melatih kesabaran kita, maka yg kita dapatkan adalah kesabaran,,,apabila yg kita pikirkan kesedihan maka kita terlihat sedih
# Bunda menik : saya dah kunjungi balik ke saung
# aya : kadang melelahkan terlibat dalam hiruk pikuk kehidupan, kalau saya lagi gak bisa pergi jalan2,,dan butuh refresing ya udah diam sejenak,,,merefreskan diri,,,setuju bgt ma aya
Febra // 1 AMpSat, 26 Apr 2008 10:47:52 +000047Sabtu 2008 pada 13:45 |
diam bukan berarti tak berpikir
diam bukan pula tak bernyawa
diam hanyalah sikap tertentu
yang bisa membuat kita menjadi baik
diam lah engkau sambil bertasbih
diamlah engkau sambil berzikir
diamlah engkau sambil membaca azmaul husnah
diamlah engkau sambil bertakbir
sungguh semuanya akan menjadi lebih baik.
sarahtidaksendiri // 1 PMpSat, 26 Apr 2008 13:06:45 +000006Sabtu 2008 pada 13:45 |
gambarnya bikin adem…hmm pengen deh jauh dr kebisingan kota yg bkn penat untuk bbrp saat… truz nulis banyak2 ttg kegalauan hati (wallah)…hehehe,emangnya hatiQ lagi galau??
*geleng2 kepala*…
Zulmasri // 1 PMpSat, 26 Apr 2008 20:59:27 +000059Sabtu 2008 pada 13:45 |
Jenuh mbak dengan keriuhan yg terjadi di luar? Riuh yg menjemukan, terutama saat semua terlihat sama, seragam. Berita tv, radio, surat kabar, ah menjemukan. Gak ada yg menarik dg prestasi dan inovasi. Benarlah, diam menjadi lebih bermakna.
blog mbak yella sdh saya link
yellashakti // 1 PMpSat, 26 Apr 2008 21:55:14 +000055Sabtu 2008 pada 13:45 |
# febra : hatiku jadi tersentuh dengan puisimu,,,
# sarah : gambarnya itu ditengah hutan yang masih dilalui kereta,,,sejuk ya? mak nyes ngeliatnya,,pas banget kalo lg galau ngeliat gambar itu ya,,
# Pak Zul : kadang2 berita di tv maupun iklan bikin sumpek, gak imbang antara berita baik sama berita buruknya,,,harus diimbangi nonton channel discovery biar fresh,,ato sementara tdk liat tv dulu,,,kita silaturahmi kopdar WP,,semoga ketemu sama teman2 di Bogor,,sudah saya link jg Pak,,makasih dah mampir
alisyah // 1 PMpSat, 26 Apr 2008 22:21:13 +000021Sabtu 2008 pada 13:45 |
dosen saya pernah bilang gini:
diam itu sama dengan idiot
entah lah
ya iyallah, secara mahasiswanya waktu ditanya apa materi sudah jelas?
gak ada yang jawab, kasihan bgt tu dozen
Mengenai Kopdar 27 April Besok « SaUnG BuNdA … // 1 PMpSat, 26 Apr 2008 22:41:36 +000041Sabtu 2008 pada 13:45 |
[...] Yella Shakti (mohon konfirmnya..jangan “diam” saja) [...]
orangkecil // 1 AMpSun, 27 Apr 2008 09:36:04 +000036Minggu 2008 pada 13:45 |
Tidak ada manusia yang benar2 dian dalam arti yang sesungguhnya layaknya benda mati….
Kecuali fotonya yang diam…
Salam kenal…
salam kenal juga yah, setuju banget
latree // 1 PMpSun, 27 Apr 2008 19:09:35 +000009Minggu 2008 pada 13:45 |
(diam)
sariawan ya mba?
hanggadamai // 1 PMpSun, 27 Apr 2008 22:15:29 +000015Minggu 2008 pada 13:45 |
mbak, ngomong dong jangan diam aja …
*kaburrrrrrrrrrr*
lho kok kabur? baru mau ngomong
iman brotoseno // 1 PMpSun, 27 Apr 2008 22:20:15 +000020Minggu 2008 pada 13:45 |
diam itu mahal. sekaligus sendu
sendu = seneng duit?
Menik // 1 AMpMon, 28 Apr 2008 05:23:14 +000023Senin 2008 pada 13:45 |
http://saungbunda.wordpress.com/2008/04/28/laporan-kopdar-laporan-kopdar/
uwiuw // 1 PMpMon, 28 Apr 2008 22:04:41 +000004Senin 2008 pada 13:45 |
mengapa saat berhadapan dgn Allah kita merasa tak berdaya ? tapi mengapa kita kadang berani membantah ucapanNya (yg dilapazkan melalui bibir nabi-Nya ? oh mengapa…mengutip kamu :
saat-saat paling intim dari diriku
untuk berusaha mendekati-Mu
dengan diam
dan membiarkan semua terjadi di luar sana
tanpa kontrolku
saat iman sedang turun, serasa jauh dari Allah, makanya diriku berusaha mendekat lagi pada-Nya
achoey sang khilaf // 1 AMpTue, 29 Apr 2008 09:05:17 +000005Selasa 2008 pada 13:45 |
dik2 kok bisa y?
ya bisa donk, kan pake ‘a’ , kalo pake ‘u’ jadinya bisu