Lebih Dekat dengan Alam

Dibalik postingan Cerpen Noda Ungu

1 PMpTue, 22 Apr 2008 16:31:21 +000031Selasa 2008 · & Komentar

hehe…Saya jadi geli sendiri, sebetulnya ada rahasia kenapa minggu kemaren postingan saya berisi cerpen. Ini minggu terpadat buat saya, hampir-hampir gak sempat posting. Untung di awal minggu saya ada draft tulisan yang belum diterbitkan lumayan cukup untuk seminggu. Aman deh, pengunjung blog yang udah rajin ke sini tetap bisa menikmati postingan baru setiap hari. Saya tetap bisa menyajikan berita terhangat dari blog YElla.

Selain itu, saya sedang tidak bisa berlama-lama depan komputer. Gara-gara keasikan ngeblog, otot mata saya jadi tegang. Gak nyaman banget. Harusnya sih setiap 30 menit sekali, mata istirahat. Melihat pemandangan, melalmun, supaya tidak fokus terus. Ini akibat dari adanya Silinder di mata saya. Sekarang pun masih terasa pegal-pegal. Tapi rasanya sulit sekali untuk sehari saja tidak nulis di blog..

Ngeblog sudah menjadi bagian dari program bermanfaat menyebarluaskan ilmu. JAdi ingat kemaren, selagi menunggu murid saya mengerjakan soal, saya iseng buka terjemahan Al-Qur’an, saya termenung cukup lama tentang 2 ayat berikut :

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagiaan dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa mengerjakan suatu kebakilan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui” Al-Baqarah : 158

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih” (Al-Baqarah : 174)

5 menit saya termenung, ayat tersebut mengajak kita untuk menyebarluaskan ilmu, tentu ilmu yang dimaksud adalah ilmu bermanfaat seperti ilmu berdagang, pelajaran, ilmu kebaikan, dll. Allah melaknat orang yang tidak mau menyebarkan ilmu yang dimilikinya. Allah tidak akan berbicara kepada mereka seperti mereka tidak mau berbicara kepada orang lain, dalam hal ini tidak mau menyebarkan ilmu.

Saya menjadi semakin yakin bahwa menyebarkan ilmu itu diwajibkan bagi semua muslim. Berbagi tanpa perlu merasa paling tahu, justru dengan berbagi, kita jadi tahu betapa sedikitnya ilmu yang kita miliki.

Kategori: blogger

11 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar